Korban Banjir Alami Krisis Air Bersih

104

MAGETAN – Musibah banjir yang melanda pada Rabu (6/3) lalu tidak hanya merusak bangunan rumah warga di Desa Ngelang dan Jajar, Kecamatan Kartoharjo. Tapi, ternyata juga banyak fasilitas sumur pompa yang tercemar.

Dampaknya, warga di dua desa tersebut mengalami krisis air bersih. Karena pipa air yang menghubungkan air bersih ke rumah penduduk juga rusak. ‘’Kami sudah berkoordinasi dengan PDAM untuk membuat tandon air darurat,’’ kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Magetan Ari Budi Santosa kemarin (10/3).

Ada dua tandon air yang disediakan oleh PDAM untuk mencukupi kebutuhan sementara air bersih 500 warga terdampak banjir. Proses pendistribusian air di Desa Ngelang dan Jajar juga bakal terus dilakukan hingga warga bisa membangun kembali sumur pompa atau memasang baru pipa PDAM. ‘’Selain kesulitan air bersih, listrik juga belum menyala kembali. Tapi, itu (aurs listrik dimatikan) demi keselamatan wraga,’’ ungkap Ari.

Sementara, penetapan status tanggap darurat bencana resmi dicabut. Begitu juga dengan posko darurat bencana yang didirikan di Desa Ngelang dan Jajar saat musibah banjir terjadi kini sudah mulai dibongkar.

Saat ini, BPBD Magetan tengah fokus pada upaya penanganan bencana pascabanjir. Seperti assessment kerugian materiil bencana dan mendata kembali rumah warga yang rusak akibat banjir.

Ari mengatakan seluruh warga yang sebelumnya mengungsi di posko darurat juga telah kembali ke rumah mereka masing-masing seiring surutnya banjir. Pun, bantuan yang ada di posko sudah didistribusikan ke para korban terdampak banjir. Meksi begitu, dia tetap membuka keran bantuan dari pihak luar. ‘’Untuk relawan yang ingin menyalurkan bantuan tetap bisa. Tapi, koordinasi lebih dulu dengan kami. Sehingga kebutuhan utama warga terdampak bisa optimal,’’ terangnya. (mgc/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here