Koran Tidak Pernah Mati

138

MADIUN – Merintis usaha bukan perkara mudah. Selain membutuhkan modal dan kebulatan niat, para pelaku bisnis itu harus cermat mempromosikannya ke khalayak luas. Di tengah persaingan media yang semakin ketat, iklan bisnis di koran tetap dipandang sebagai penyampai pesan yang efektif.

Pesan itu yang ditegaskan owner Ladima Tour and Travel Madiun H Soenarwoto dalam Temu Agen Jawa Pos Radar Madiun, Rabu (11/7). Entrepreneur yang akrab disapa Cak Wot itu paham betul efektivitas memasang iklan di koran terbesar se-eks Karesidenan Madiun ini. ‘’Awal saya membuka bisnis, setahun hanya memberangkatkan lima jamaah. Tapi sekarang sudah beda,’’ katanya.

Cak Wot yang juga mantan wartawan koran ternama itu mengaku mulai membuka bisnis setelah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) 2010 silam. Kala itu, dia mulai merintis usaha kuliner berupa Nasi Bakar Cak Wot. Setahun berikutnya, dia mantap merintis umroh tour and travel. ‘’Memang penting melakukan pencitraan di awal-awal bisnis. Itu pun tetap saya lakukan sampai sekarang,’’ tegasnya.

Semula, lanjut Cak Wot, dia hanya mengirim satu bus jamaah setiap bulan. Namun, setelah dua-tiga tahun, suami Hj Arie Juwariah itu berhasil mengantarkan dua-tiga bus sebulan. Besarnya animo jamaah yang berangkat ke Tanah Suci itu tak lepas dari intensitasnya memasang iklan bisnis di Jawa Pos Radar Madiun. ‘’Bisnis koran tidak akan pernah mati. Dulu, gelombang televisi sempat menggempur habis-habisan. Nyatanya, koran masih eksis sampai sekarang,’’ imbuhnya.

Karena itu, Cak Wot berpesan kepada puluhan agen koran agar terus menggenjot peningkatan oplahnya. Mengingat para peminat koran sekarang masih tinggi. Cak Wot tetap meyakini, koran tetap memegang fungsi utama mencerdaskan dan memberikan informasi yang berimbang serta mampu melatih daya ingat pembaca. ‘’Dibanding media televisi dan internet, koran lebih kredibel. Cocok dijadikan referensi,’’ paparnya.

Temu agen Jawa Pos Radar Madiun kemarin juga dimeriahkan pembagian doorprize bagi seluruh agen. Peringatan HUT ke-19 ini juga ditandai pemberian reward kepada agen dengan oplah tertinggi. Tak kurang dari 40 agen yang hadir dari sepenjuru eks Karesidenan Madiun. ‘’Terus menjadi agen terbaik dan tingkatkan oplah Jawa Pos Radar Madiun,’’ tegas General Manajer Jawa Pos Radar Madiun Eko Suprayitno. (rgl/c1/fin)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here