Pacitan

Kopi Robusta Hasil Olahan Siti Ngaisah Kini Tembus Minimarket

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Menitipkan dagangan ke warung-warung tetangga menjadi awal sukses Siti Ngaisah menggeluti bisnis kopi. Itu dia lakoni selama dua tahun sebelum akhirnya produk rumahan warga Dusun Suruhan, Desa Sirnoboyo, Pacitan, tersebut berhasil merambah 14 minimarket.

Siti memulai usahanya sejak 2014. Dia memilih berbisnis kopi karena insting. Siti kala itu meyakini bahwa kopi bakal booming di kemudian hari. Persepsi tersebut muncul lantaran budaya ngopi yang digemari berbagai kalangan. ‘’Yakin saja modalnya. Daripada pulang ngajar tidak ada kegiatan dan sekalian cari tambahan penghasilan,’’ kata perempuan 52 tahun itu.

Mengawali usahanya, Siti membeli dua kilogram biji kopi kupas di Pasar Arjowinangun. Dia tidak mau membuat kopi yang biasa-biasa saja. Ide menambah rasa jahe tebersit di benaknya. Kopi jahe sangraian ditumbuknya. Lantas dikemas plastik bening untuk dititipkan ke sejumlah warung sekitar rumah. ‘’Satu plastik Rp 2 ribu dulu,’’ kenang Siti.

Benar saja, kopi jahe buatannya diminati banyak pembeli. Permintaan pun meningkat. Sejak itu, ibu tiga anak ini semakin lekat dengan biji kopi, jahe, dan tungku perapian. ‘’Rame, kemudian disarankan anak untuk mengemas lebih modern,’’ lanjut Siti.

Siti lantas berupaya menembus sejumlah minimarket di Pacitan, namun tidak membuahkan hasil. Alasannya, produk belum memiliki izin. Istri mendiang Hardono tersebut akhirnya mengurus perizinan usaha. Alhasil, sejak 2016 lalu produknya terpajang di rak penjualan sejumlah minimarket. ‘’Saya namai Kopi Klethik karena awalnya dulu tumbukannya tidak terlalu halus. Jadi, ada klethik-klethik-nya saat diminum,’’ paparnya.

Sekarang, 14 minimarket rutin mendapat pasokan kopi olahan Siti. Juga sebuah minimarket di Jogjakarta. ‘’Tidak pasti sebenarnya. Kira-kira untung bersih sekitar Rp 2 juta per bulan,’’ ungkapnya.

Selama ini Siti hanya menyangrai kopi robusta asli Pacitan dari kawasan Kecamatan Nawangan. Rata-rata dia butuh satu kuintal kopi kupas per bulan. Empat varian berhasil diciptakannya dalam berinovasi. Yakni, klethik original, original halus, klethik jahe, dan halus jahe.

Seiring produksi yang meningkat, empat kerabat diajaknya membantu proses produksi yang sampai kini tetap tradisional itu. ‘’Cuma numbuk-nya sekarang yang pakai mesin penggiling. Jumlah banyak, tidak kuat,’’ ujarnya. (den/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close