Kopi Kare Primadona Lereng Wilis

125

MADIUN – Sudah lama kopi menjadi primadona perkebunan di Indonesia. Termasuk di Kabupaten Madiun. Sebenarnya, ada beberapa jenis kopi yang ditanam di lereng Wilis. Mulai ekselsa, robusta, dan arabika. Namun, yang banyak dibudidayakan jenis robusta. Biji dengan kandungan kafein tertinggi itu dikembangkan kelompok tani (poktan) Mugi Lestari. Dikenal sebagai kopi Kare. ‘’Kami tanam di atas ketinggian 700 meter mdpl (meter di atas permukaan laut, Red),’’ kata Sumadi, anggota poktan Mugi Lestari.

Sebelum 1998, anggota poktan Mugi Lestari sempat bekerja di Perkebunan Kopi Kandangan. Di masa lalu, banyak petani yang menjadi buruh di kebun kopi setempat. Sepuluh tahun kemudian, Sumadi dan beberapa petani kopi mulai menanam sendiri di Dusun Seweru. Di masa tanam 2008 silam, petani yang mulai menanam di atas kebun sendiri itu mengambil bibit dari Kandangan. Seiring berjalannya waktu mulai dapat mengembangkan. ‘’Kami menanam karena ingin menghidupkan kembali kopi di Desa  Kare khususnya di Dusun Seweru,’’ tegasnya.

Proses penjemurannya pun mengalami perkembangan. Dari semula hanya beralaskan terpal, kini sudah memiliki rumah jemur khusus setinggi tiga sentimeter. Juga, dikelilingi pagar plastik setinggi 80 sentimeter. ‘’Perbaruan model ini meminimalkan aroma tanah yang sebelumnya melekat saat  penjemuran. Menjadi lebih higienis,’’ paparnya.

Kualitas produksi biji kopi Kare pun diapresiasi hingga luar daerah. Saat cupping test kopi seluruh nusantara di pusat penelitian kopi dan kakao (puslitkoka) Jember 2017, masuk sepuluh besar kopi terenak. ‘’Waktu itu kami mendapat nilai 79,8. Sekarang, penilaiannya sudah mencapai 80. Semua ini berkat rumah jemur,’’ ungkapnya. (mg4/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here