Konsumsi BBM dan Elpiji Naik Selama Nataru

98

MADIUN – Libur natal dan tahun baru (nataru) 2019 berpengaruh pada tingkat konsumsi energi untuk kendaraan maupun gas elpiji. Meski demikian, PT Pertamina (Persero) memastikan stok untuk bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji selama nataru terkendali.

Sementara itu, dalam rilis yang diterima Jawa Pos Radar Madiun, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V memperkirakan terjadi kenaikan konsumsi BBM untuk produk gasoline seperti premium, pertalite, pertamax, dan pertamax turbo sebesar 6 persen saat libur nataru.

Mengantisipasi lonjakan tersebut, Pertamina MOR V menyiapkan strategi khusus terkait penyaluran BBM di Jawa-Bali-Nusa Tenggara. Yaitu dengan membentuk tim Satuan Tugas (satgas) yang bertugas sejak 18 Desember 2018 hingga 8 Januari 2019.

General Manager Pertamina MOR V Ibnu Chouldum menjelaskan tim satgas itu berperan khusus dalam memantau dan mengkoordinasikan penyaluran BBM dan elpiji. Mulai dari penguatan stok, kelancaran distribusi di jalan raya hingga pemantauan kondisi di lapangan. ’’Berdasar proyeksi stok dan tingkat konsumsi, kami jamin pasokannya aman,’’ katanya.

Ibnu merinci, di hari biasa pihaknya mendistribusikan premium 4.440 kiloliter per hari. Jumlah tersebut meningkat ketika libur nataru menjadi 4.845 kiloliter per hari. Kemudian untuk pertalite saat nataru stok yang dipersiapkan adalah 7.295 kiloliter per hari, naik dari hari biasa 6.890 kiloliter per hari.

Sedangkan untuk pertamax, jika di hari biasa 2.075 kiloliter per hari, maka saat libur nataru stok ditambah total menjadi 2.080 kiloliter per hari. Kenaikan juga terjadi untuk BBM jenis pertamax turbo dari 65 kiloliter per hari pada hari biasa, menjadi 70 kiloliter per hari. ’’SPBU nanti akan buka 24 jam selama libur Nataru,’’ ujar Ibnu.

Dia memperkirakan, puncak libur nataru terjadi pada 22-23 Desember 2018. Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan antisipasi di beberapa titik rawan melonjaknya permintaan BBM. Seperti Malang, Banyuwangi, Kediri dan Madiun. ’’Keempatnya merupakan tujuan wisata serta pulang kampung masyarakat,’’ ungkap Ibnu.

Selain itu, Ibnu menambahkan kenaikan juga terjadi pada konsumsi elpiji 3 kilogram saat akhir tahun. Estimasinya mencapai 105.095 metric ton atau naik sebesar 11 persen dari konsumsi normal bulanan. ’’Kondisi tersebut memang meningkat dibanding bulan biasa yang hanya sebesar 94.680 metric ton,’’ katanya. (her/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here