Konsep Pembangunan Tugu APPN Terancam Ganti Lagi

49
SERIUS: Pejabat, tokoh seni, budaya, agama dan masyarakat membahas rencana pembangunan Tugu APPN di ruang rapat bupati Pacitan, Rabu (12/6).

PACITAN – Keseriusan Pemkab Pacitan membangun tugu Anugrah Parasamya Purnakarya Nugraha (APPN) di perempatan Penceng dipertanyakan. Sebab terkesan maju-mundur untuk membangun tugu plus ornamen khas Pacitan itu. Terutama terkait alokasi anggaran yang relatif kecil plus konsep yang berubah-ubah.

Kasi Tata Bangunan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pacitan Toni Setyo Nugroho mengungkap untuk membangun satu patung kethek ogleng butuh anggaran Rp 100 juta hingga Rp 150 juta. Asumsinya, patung itu berukuran tinggi dua meter sesuai yang direncanakan. ‘’Jika bahannya dari tembaga,’’ katanya Jumat (14/6).

Karena itu, pihaknya memilih tidak menambahkan kethek ogleng dalam paket pembangunan tugu APPN tahap pertama. Dikhawatrikan, cupetnya anggaran membuat banyak pihak kecewa atas hasil pekerjaan tugu APPN dan ornamennya itu. Sejak awal, kata dia, plafon anggaran Rp 500 juta tersebut sekedar untuk membangun tugu tanpa ornamen. ‘’Namun, rencananya berkembang,’’ ujarnya.

Sementara itu, anggaran untuk patung kethek ogleng dialihkan untuk pencahayaan dan alat tambahan lain di tugu APPN. Pasalnya tanpa pencahayaan, tidak menarik pada malam hari. Pun memicu kerawanan kecelakaan lalu lintas. ‘’Kalau sekarang terang karena ada pencahayaan dari baliho reklame. Kalau baliho itu dihilangkan bisa gelap tanpa penerangan,’’ tambahnya.

Pengadaan patung kethek ogleng rencananya dianggarkan 2020. Diperkirakan proses pembangunannya butuh waktu lebih lama. Penggarapannya per sudut. Yakni satu patung kethek ogleng dibangun bersamaan dengan patung lainnya di seberang jalan. Bukan di kawasan bundaran tugu APPN yang sebelumnya pernah disampaikan.  Sehingga, harus menunggu pembebasan lahan dan penataan kawasan.

‘’Sempat ada keberatan dengan pamasangan patung kethek (kera) yang dianggap rakus dan khawatir membawa nama jelek Pacitan. Apakah nanti di buatkan Patung Panji Asmorobangun dan Endang Roro Tompe, menunggu kesepakatan,’’  bebernya.

Meski anggaran cupet, Toni memastikan pembangunan tugu APPN tidak dianaktirikan. Diketahui untuk membangun air mancur di alun-alun, Pemkab Pacitan merogoh kocek hingga Rp 1 miliar. Sementara tugu APPN yang digadang-gadang sebagai landmark Pacitan. Bahkan sudah direncanakan sejak 2016 meski terkendala konsep. ‘’Besarnya anggaran alat air mancur mahal. Kalau tugu Rp 500 juta cukup,’’ jelasnya.

Tugu APPN nanti bakal dibangun menggunakan bahan baku semen. Hanya bagian luar, sebagian besar dilapisi marmer. Tidak ketinggalan sejumlah batuan alam Pacitan pun akan ditempelkan sesuai rencana awal setelah mendapatkan masukan seniman dan budayawan setempat. ‘’Tingginya sekitar 11 meter sekian,’’ tambahnya. (odi/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here