Komunitas Bersepeda Madiun Raya Touring Madiun-Sarangan

56

MAGETAN – Rute Madiun-Sarangan seolah menjadi favorit para cyclist untuk menguji endurance. Betapa tidak, sudah berulang kali rute sejauh 41,2 kilometer itu ditaklukkan, tapi tetap saja ngangeni untuk dijadikan test ride bagi sejumlah cyclist.

Kemarin (1/5) misalnya, 100 lebih cyclist berbagai komunitas di Madiun Raya gowes bareng. Selain jadi media silaturahmi, kegiatan touring kemarin untuk menyambut bulan puasa. Para cyclist itu berasal dari Banjarejo Road Bike (BRB), Radar Madiun Cycling Club (RMCC), Freedom Cycling Club Madiun (FCMM), IPSM, Magetan Cycling Club (MCC), Madiun Cycling Club (MCC), Srikandi Cycling Club, Cangkring Cycling Club, Dwijaya Bike, dan Rodalink Madiun.

Rombongan berangkat dari kantor Radar Madiun pukul 06.30 dan menuju titik finis di Telaga Sarangan. Pengawalan sampai wilayah Magetan dilakukan langsung Kasatlantas Polres Madiun Kota AKP Affan Priyo. Ada dua titik berhenti untuk memberi cyclist kesempatan beristirahat. Dua pit stop tersebut terletak di depan kantor DPRD Magetan dan Ngerong.

Saat para cyclist berangkat dari Madiun, suhu udara memang sangat mendukung untuk aktivitas bersepeda. Sekitar 23–24 derajat. Namun, di tengah perjalanan, suhu udara meningkat pesat. Terutama saat masuk Maospati. ‘’Saya kira itu menjadi tantangan tersendiri bagi kemampuan cyclist dalam beradaptasi,’’ ujar Sukatno, anggota Madiun Cycling Club yang sudah sepuh itu.

Meski sudah berulang kali melahap rute tersebut, tapi tanjakannya cukup menantang bagi yang kuat. Namun, ramah bagi yang belum terbiasa. Cuaca terik dan suhu 29 derajat Celsius selepas pit stop kedua menjadi tantangan tambahan bagi cyclist saat menaklukkan tanjakan sepanjang 5 kilometer menuju Telaga Sarangan tersebut.

Dengan gradien maksimal sampai 18 persen, tanjakan di Jalan Raya Magetan-Sarangan itu mampu membuat para peserta yang tak terbiasa terpecah dari peloton. Terutama saat masuk kawasan Desa Ngerong, Kecamatan Plaosan.

Secara keseluruhan, kegiatan bersepeda bersama ke Sarangan kemarin berjalan fun. Rombongan terlihat enjoy. Meski sedikit ngos-ngosan sesampainya di titik finis. Hal itu diungkapkan anggota BRB Bambang Wisono. Dia sudah terbiasa melahap rute Madiun–Sarangan. Namun, menurut dia, cuaca yang berbeda sangat memengaruhi besarnya tantangan rute kali ini. ‘’Tapi, pada intinya kami ingin mengampanyekan bahwa kegiatan bersepeda itu sangat menyehatkan,’’ katanya.

Hal senada diutarakan oleh Aris Sudanang, cyclist dari RMCC. Dia menilai bersepeda merupakan obat paling mujarab untuk diet. ‘’Olahraga bersepeda paling cepat membakar kalori,’’ tuturnya.

Selain itu, Aris juga mengapresiasi peserta gowes bareng Komunitas Bersepeda Madiun Raya with Radar Madiun. Dengan persiapan yang singkat, jumlah peserta luar biasa. Ini membuktikan, minat masyarakat untuk dunia bersepeda begitu tinggi. ’’Artinya apa, mereka sudah sangat sadar dengan kesehatan,’’ ujarnya.  (her/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here