Kompetensi Lulusan Politeknik Disesuaikan dengan Kebutuhan Industri

81
FOTO : BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

MADIUN – Fokus program pemerintah pada tahun 2019 adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan dan pelatihan vokasi. Hal itu dilakukan untuk mengimbangi pembangunan infrastruktur yang masif selama periode 2015-2019.

Menristekdikti Muhammad Nasir mengatakan, pendidikan dan pelatihan vokasi dilakukan untuk mengejar kertertinggalan Indonesia dalam bidang pendidikan.

Sejumlah reformasi akan dilakukan baik dari sisi pengembangan prodi, tenaga pengajar (dosen), peralatan hingga kerja sama dengan industri untuk pelathian. “Perguruan tinggi atau politeknik juga jadi fokus. Makanya adanya jurusan perkeretaapian di Poltek Madiun tentunya dapat membantu pembangunan SDM di derah,” katanya saat kuliah umum di Politeknik Negeri Madiun Rabu (9/1) siang.

Jauh sebelumnya, Kemenristekdikti dan Kemenperin telah bekerja sama dengan pemerintah Swiss mengembangkan pendidikan dan pelatihan vokasi melalui program Skill for Competitiveness (S4C).

Program ini bertujuan untuk mengaitkan proses belajar mengajar dengan mempromosikan kerjasama antara sekolah dan bisnis di politeknik di bawah koordinasi Kemenristekdikti dan Kemenperin.

“Revitalisasi politeknik dilakukan agar lulusan politeknik memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini,” jelas Nasir. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here