AdvertorialNgawi

Komisi II Tuding Pemkab Ngawi Diskriminatif

Desak Urai Masalah di SMPN 3 Paron

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Permasalahan di SMPN 3 Paron mendapat perhatian serius kalangan dewan. Setelah menganalisis semua data dan fakta terkait problem di sekolah itu, Komisi II DPRD Ngawi turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisinya Senin (13/7).

Ketua Komisi II DPRD Ngawi Siswanto menjelaskan, setelah inspeksi mendadak (sidak) itu pihaknya akan meminta klarifikasi dinas pendidikan (dindik) setempat terkait beberapa permasalahan di SMPN 3 Paron. ‘’Setelah ini kami akan lakukan RDP (rapat dengar pendapat, Red) dengan dinas terkait untuk meminta kejelasan mengenai beberapa masalah yang terjadi di sekolah itu,’’ ungkapnya.

Sekretaris Komisi II DPRD Ngawi Gunadi Ash Cidiq menambahkan, ada tiga persoalan mendasar di SMPN 3 Paron. Pertama, mengenai kegiatan belajar-mengajarnya yang sudah vakum dua tahun. Sesuai ketentuan, sekolah tersebut harusnya sudah ditutup. Namun, kenyataannya dindik justru kembali membuka pendaftaran siswa baru tahun ini. ‘’Kenapa baru sekarang semangatnya untuk menghidupkan lagi (SMPN 3 Paron),’’ tanyanya.

Persoalan kedua, sekolah yang sudah kosong dua tahun itu mendapat anggaran seragam siswa baru di APBD. Padahal, saat proses penyusunan anggaran tahun lalu, sekolah tersebut kondisinya masih tutup. ‘’Tapi bisa dianggarkan, aneh kan? Sekolah itu kan bisa dikatakan hidup bulan Juli ini, setelah dapat murid,’’ ujarnya.

Gunadi juga menuding pemkab diskriminatif. Misalnya, terkait anggaran seragam tersebut yang dalam APBD dialokasikan sebesar Rp 144 juta lebih untuk 64 siswa barunya. Padahal, belum diketahui saat PPDB SMPN 3 Paron dibuka, berapa banyak murid yang didapatkan.

Di sisi lain, masih banyak sekolah lebih eksis butuh anggaran. ‘’Ketiga masalah itu sangat mendasar dan kami minta pemda segera membenahinya. Supaya tidak timbul persoalan baru lagi,’’ ujarnya. (tif/odi/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close