AdvertorialNgawi

Komisi II DPRD Ngawi Sidak ke Sejumlah SMPN

Minta Dindik Inventarisasi Sekolah Rusak

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Peristiwa ambrolnya atap gedung SDN Gentong, Kota Pasuruan, yang menelan dua korban jiwa Selasa lalu (5/11) menjadi atensi wakil rakyat. Komisi II DPRD Ngawi bakal meminta dinas pendidikan (dindik) setempat untuk menginventarisasi bangunan sekolah yang kondisinya rusak.

‘’Kami diminta pimpinan untuk menyampaikan hal itu (inventarisasi, Red)) ke dinas,’’ kata Ketua Komisi II DPRD Ngawi Siswanto saat menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah Rabu (6/11).

Siswanto mengatakan, proses inventarisasi gedung sekolah yang rusak itu penting dilakukan. Selain mencegah insiden seperti di Kota Pasuruan, untuk menentukan mana saja yang perlu diprioritaskan mendapat bantuan perbaikan.

Kebetulan dalam sidak kemarin pihak dindik juga ikut turun ke lapangan. ‘’Kami sampaikan juga agar kalau ada ruang kelas yang rusak, siswa dipindahkan dulu ke lokasi yang aman,’’ paparnya kepada Radar Ngawi.

Dalam waktu dekat, kata Siswanto, komisi II juga bakal menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama dindik. Pun, pihaknya berharap kelak saat hearing inventarisasi tersebut sudah selesai sehingga sekolah perlu mendapat prioritas perbaikan tahun depan sudah terpetakan.

Siswanto menambahkan, dalam sidak kemarin pihaknya mendapati petunjuk teknis (juknis) yang mengatur pelaksanaan dana alokasi khusus (DAK) antara sekolah satu dan lainnya banyak yang tidak sama. ‘’Mestinya kalau programnya sama, pelaksanaannya juga sama,’’ ujarnya.

Dia mencontohkan rencana anggaran belanja (RAB) dan pertanggungjawaban pelaksanaan proyek. Dari sejumlah sekolah yang disidak, banyak ditemukan perbedaan. ‘’Kegiatan itu kan menggunakan anggaran negara. Kami ingin memastikan semua sudah dilaksanakan dengan baik dan sesuai aturan,’’ tegasnya.

Siswanto menyebut, progres kegiatan dari 10 SMP negeri yang sudah dikunjungi rata-rata mencapai 80-85 persen. Karena itu, dia meyakini tidak akan terjadi keterlambatan. ‘’Kami belum tahu apakah ada sekolah swasta yang juga menerima bantuan itu atau tidak. Kalau tidak, tahun depan kami minta harus ada minimal 10-15 persen,’’ pungkasnya. (tif/isd/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close