Kolom Agama e-KTP Bisa Diisi Penghayat Kepercayaan

476

PONOROGO – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Ponorogo mencatat sedikitnya 30 warga mengosongi kolom agama pada kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Ternyata, mereka merupakan penganut penghayat kepercayaan Tuhan Yang Maha Esa. ‘’Banyak sekali jenisnya. Ada Sapto Dharma dan lain-lain,’’ kata Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Dispendukcapil Heru Purwanto.

Kini, 30-an warga itu sudah bisa mengisi kolom agama pada e-KTP. Menyusul turunnya amar putusan MK 97/PUU-XIV/2016 tanggal 18 Oktober 2017 yang ditindaklanjuti Permendagri 118/2017 tentang Blangko KK, Register dan Kutipan Akta Pencatatan Sipil. ‘’Tentu bukan tanda strip lagi yang dipakai,’’ lanjutnya.

Heru mengatakan, ketentuan kolom agama penghayat itu diganti dengan tulisan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Terkait nama aliran, tidak dicantumkan. Melainkan database saat proses pencetakan. ‘’Kami sebenarnya sudah sosialisasi ke salah satu sanggar penganut kepercayaan tersebut,’’ ungkapnya.

Bagi warga yang ingin mengubah keterangan agama cukup datang ke kantor Dispendukcapil setempat. Cukup membawa e-KTP dan KK yang masih berlaku. Lalu mengisi blangko yang disediakan. ‘’Setelah itu kami proses, selesai,’’ imbuhnya.

Hanya, hingga kini belum ada satu pun warga yang melakukan perubahan pencatatan. Pihaknya berharap warga segera mengurus agar proses administrasi kependudukan semakin tertib. ‘’Agar tidak berlarut-larut,’’ tuturnya.

Di Bumi Reyog penganut kepercayaan menyebar di seluruh wilayah. Penganutnya ditaksir mencapai 400-an warga. ‘’Aturannya memang kosong waktu itu, penghayat kepercayaan belum ditulis di KTP,’’ kata Tukiman, salah satu umat Sapta Darma.

Dia menjelaskan usai dikeluarkannya putusan MK, dirinya berniat mengganti KTP. Sebab, ia ingin agamanya tertulis dengan jelas di KTP. Hanya menunggu waktu yang tepat lantaran usianya yang sudah mulai menua. ‘’Pakai ini saja. Ini juga berlaku seumur hidup. Pasti ganti kalau ada waktu,’’ lanjutnya sembari menunjukkan KTP.

Dia berharap sosialisasi tentang aturan tersebut digencarkan. Agar warga yang seiman mengetahui informasi tersebut. Pihaknya juga berharap Dispendukcapil setempat memberikan layanan kolektif. ‘’Saya rasa kalau sudah tahu, warga lain juga segera sesuai aturan yang berlaku,’’ ucapnya. (mg7/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here