KLHK Survei Tambang Emas

106

PACITAN – Keberadaan tambang emas di Pacitan mendapat atensi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Rencananya, tim dari KLHK bakal melakukan survei ke lokasi. Tepatnya di penambangan emas skala kecil (PESK) Desa Kebonsari, Punung, Pacitan. ‘’Besok pagi (hari ini, Red),’’ kata Kasi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pacitan Yoni Kristianto kemarin (18/3).

Survei tersebut untuk melakukan pemetaan dampak lingkungan terkait kegiatan penambangan emas. Menurut dia, survei tersebut merupakan rutin KLHK. Lokasinya berpindah-pindah. ‘’Sedangkan Pacitan baru dapat (giliran) tahun ini. Karena coverage mereka seluruh Indonesia, ’’ ujarnya.

Survei dilakukan bertahap. Hari ini sekadar peninjauan lokasi. Tahap berikutnya sekitar dua pekan lagi. Diperkirakan saat itu mereka datang membawa peralatan  untuk mengambil sampel. Juga uji laboratorium. ‘’Mereka bertugas memetakan dampak penggunaan merkuri di PESK tersebut,’’ ungkapnya.

Menurut Yoni, tidak ada alasan khusus dipilihnya penambangan emas di Desa Kebonsari sebagai lokasi pemetaan dampak lingkungan. Alasannya, PESK hanya ada di lokasi tersebut. Dia dan stafnya sudah mengunjunginya. Bahkan, penambangan itu sudah ada sejak 1996. ‘’Tapi, sekadar tambang rakyat,’’ sebutnya.

Survei bakal diikuti tiga orang dari KLHK. Sedangkan dari DLH Pacitan empat orang. Mereka tidak didampingi petugas keamanan. Alasannya, kegiatan tersebut hanya survei untuk memantau dampaknya. ‘’Jadi, tidak terkait penegakan hukum,’’ tegasnya.

Diketahui, mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo pernah mengungkap Jawa Timur memiliki ratusan ribu hektare lahan tambang emas. Sebanyak 26 ribu hektare di Lumajang-Malang, 56-58 ribu hektare di Tulungagung-Trenggalek, sedangkan 96 ribu hektare di Pacitan. Itu berdasar hasil pengamatan satelit internasional. Jika data tersebut benar, Jawa Timur jadi daerah tambang emas terbesar kedua setelah Afrika Selatan atau paling besar se-Asia Tenggara. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here