KLB DBD, Pemprov Siapkan Pembasmi Tingkat Tinggi

100

PONOROGO – Kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD) mengejutkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur. Memaksa pemerintah provinsi (pemprov) turun membantu pencegahan dan pemberantasan pembunuh nomor satu di kabupaten ini, Kamis (31/1). ‘’Kami siap membantu fasilitas,’’ kata petugas Dinkes Jatim Neni Herlina.

Dinkes Jatim menyoroti pencegahan terhadap virus dengue yang semakin mengganas tersebut. Meminta program pencegahan menguras, menutup, dan mengubur (3M) plus pola hidup sehat lebih ditingkatkan. Juga, bakal mengirimkan ultralow volume (ULV). Alat tersebut diharapkan dapat menangani DBD yang di sepanjang Januari tembus 791 pasien. Pun, tak ada lagi penderita meninggal dunia setelah delapan nyawa. ‘’Untuk saat ini pemkab sudah menanggung biaya pasien DBD,’’ ujarnya.

Kepala Dinkes Ponorogo drg Rahayu Kusdarini mengatakan bantuan satu unit ULV itu tiba Senin depan (4/2). ULV, jelas dia, memiliki tingkat efektivitas yang lebih tinggi untuk membunuh nyamuk. ‘’Berbeda dengan alat fogging,’’ kata Irin, sapaan drg Rahayu Kusdarini.

Sistem kerja ULV berupa pengabutan. Berbeda dengan fogging yang lebih ke pengasapan. Partikel yang dikeluarkan dari pengabutan itu pun lebih kecil. Sehingga memiliki daya tahan mengambang di udara lebih lama. ‘’Alat tersebut satu unit dengan mobil. Memiliki kemampuan pengabutan hingga jarak 100 meter,’’ terangnya.

Hadirnya alat tersebut diharapkan dapat semakin efektif memerangi nyamuk Aedes aegypti. Pun dapat mendukung upaya pengasapan masal yang akan dilakukan di 17 kecamatan. ‘’Setelah dinyatakan KLB, tentunya akan diadakan pengasapan masal. Alat fogging juga akan ditambah,’’ imbuhnya.

Saat ini, pemkab baru memiliki 10 alat fogging. Rencananya, bakal ditambah 10 unit. Harga satuannya ditaksir mencapai Rp 50 juta. Irin berharap wabah DBD terpungkasi Februari. Sesuai masa berlaku SK penetapan KLB DBD oleh bupati Ponorogo, sebulan ke depan. SK pun dicabut sewaktu-waktu jika wabah dianggap punah. (mg7/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here