Klasterisasi Pecah Jutaan Pelamar Seleksi CPNS

290

MEJAYAN – Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyiapkan rencana B untuk menyiasati sulitnya pelamar mengakses laman pendaftaran seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018. Klasterisasi wilayah diterapkan untuk memecah jutaan pelamar pengakses website yang secara nasional dibuka 26 September lalu. ‘’Informasinya seperti itu,’’ kata Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Madiun Sigit Budiarto, Rabu (3/10).

Hari pertama terdata 185 pelamar dari total 349 formasi yang diperebutkan. Namun, pada hari berikutnya, lama tidak bisa diakses. Ketika masuk Pencarian Lowongan dan mengetik nama Kabupaten Madiun di kolom Instansi, selalu berakhir dengan no matching records found.

Sigit menyebut kendala jaringan internet jadi risiko dari diterapkannya pendaftaran single access secara nasional. Banyak pelamar yang proses registrasinya lamban hingga gagal tersambung. Analoginya, hanya ada satu gerbang besar yang coba dimasuki banyak orang. Bagi yang tidak dalam posisi tepat tentu kesulitan untuk melewatinya. Kebijakan klaster itu akan membagi jadwal pendaftaran di wilayah tertentu secara bergiliran. ‘’Misalnya, hari tertentu di provinsi A dan dilanjutkan provinsi lainnya,’’ ujarnya.

Hanya, dia belum bisa memastikan kapan kebijakan tersebut diterapkan. Juga dalam kasus seperti apa diberlakukan. Hingga kini, pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi. Menurutnya, klasterisasi dijalankan ketika situasi betul-betul crowded. Yang berpotensi mengakibatkan tidak terpenuhinya sejumlah formasi pendaftaran di daerah. ‘’Yang jelas BKN tidak tinggal diam dengan permasalahan jaringan pendaftaran,’’ ucapnya.

Untuk pendaftaran di Kabupaten Madiun, Sigit menyebut progresnya terus berjalan sejak Jawa Timur membuka pada 28 September. Dia meyakini jatah 349 kursi bisa terisi selama 15 hari kalender. Terkait jumlah pelamar hingga hari kelima, dia perlu melihat hasil pemantauan tim verifikator. Tim yang bermarkas di kantor BKD itu mengawasi pergerakan pendaftar secara real time. Sekaligus dengan memverifikasi terpenuhi tidaknya syarat pendaftar. ‘’Kami sudah bisa memutuskan MS (memenuhi syarat, Red) atau TMS (tidak memenuhi syarat, Red) pendaftar dalam sebuah formasi dari dokumen pendaftarannya,’’ ujarnya. (cor/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here