Magetan

Klaster Keluarga Merajalela

Terjadi sejak Sebulan Lalu

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan  – Kurva kasus korona di Magetan terus menanjak. Hingga Sabtu (26/9), pasien terkonfirmasi Covid-19 bertambah sembilan orang. ‘’Sebagian di antaranya dari klaster keluarga,’’ kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Magetan Saif Muchlissun Minggu (27/9).

Salah seorang di antaranya LT (pasien 358) dan EH (pasien 359). Kedua warga Kecamatan Maospati itu tertular akibat kontak erat dengan anaknya AF (pasien 15) yang lebih dulu positif Covid-19. Saat ini, persebaran kasus Covid-19 di Magetan tak hanya dari klaster kantoran melainkan juga merajalela dari keluarga. ‘’Sudah mulai sebulan lalu,’’ ujarnya.

Muchlis, sapaan Saif Muchlissun, menyebut tidak ada instruksi khusus terkait merebaknya klaster keluarga ini. Namun, pihaknya tetap minta masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Yakni, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak. ‘’Mengonsumsi makanan dan minuman yang meningkatkan imun tubuh juga disarankan mengingat virus ini belum ada obatnya,’’ tegasnya.

Dengan tambahan kasus tersebut, jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 di Magetan total 361 orang. Sementara tambahan pasien sembuh tiga orang. Total jumlah pasien sembuh 259 orang. Sedangkan pasien meninggal dunia 18 orang. ‘’Kami juga masih memantau 78 orang,’’ pungkasnya. (odi/c1/sat)

Kembali Berproduksi di Tengah Pandemi

TIGA industri besar di Magetan kembali beroperasi setelah sekitar lima bulan tak berproduksi lantaran pandemi Covid-19. Itu setelah mendapat rekomendasi dinas tenaga kerja (disnaker) dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 setempat. Diawali PT Berkat Agung Jaya Abadi (BAJA) Sukomoro. ‘’Sudah hampir tiga minggu ini, kebetulan wilayahnya aman,’’ kata Kabid Hubungan Industrial dan Transmigrasi Disnaker Magetan Singgih Mujoko Minggu (27/9).

Setelah industri pertekstilan itu, disusul pabrik tripleks PT Admira Magetan. Tim asesmen TGTPP menyatakan beberapa protokol kesehatan sudah dipenuhi. Kesehatan para pekerja juga sudah dipantau. Pekerja yang berasal dari luar daerah menunjukkan surat keterangan sehat. ‘’Sehingga, bisa lanjut beroperasi meski diasesmen belakangan,’’ ujarnya.

Berikutnya PT Ilham Industri Wahana. Namun, pabrik mainan anak-anak itu hanya mengoperasikan satu pabrik. Sementara pabrik lain yang produksi kualitas ekspor belum beroperasi. Sebab, aktivitas ekspor belum normal. ‘’Hanya produk yang didistribusikan di dalam negeri yang lanjut produksinya,’’ terang Singgih.

Selama pekerja dirumahkan, pihaknya tak memiliki program khusus untuk mereka. Sehingga, mereka istirahat total dan tanpa penghasilan. ‘’Untuk itu, kami mendukung industri yang beroperasi kembali. Tapi wajib menerapkan protokol kesehatan dengan ketat,’’ tegasnya. (fat/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close