Pengurus Paguyuban Klaim Tak Ada Pungli di CFD

58

MADIUN – Keluhan dugaan praktik jual-beli lapak car free day (CFD) Jalan Pahlawan langsung mendapat respons beragam. Namun, semua berusaha diluruskan oleh Paguyuban CFD. Perwakilan paguyuban sengaja mendatangi kantor Radar Madiun tadi malam (8/4) untuk melakukan klarifikasi dan keberatan lantaran tidak ada pungutan liar (pungli). ’’Kami sebagai pengurus pernah mendengar rumor (pungli), sampai saat ini sudah berupaya menyelidiki, tapi sampai sekarang praktik itu tidak ada,’’ tegas Atik Koestanti, Wakil Ketua Paguyuban CFD Kota Madiun.

Dia menegaskan, selama tidak ada pembuktian semuanya masih sebatas rumor. Sampai sejauh ini belum ada satupun pedagang CFD maupun pihak terkait melaporkan adanya praktik itu. Munculnya angka Rp 500 ribu untuk sewa lapak  juga tidaklah benar. Sementara, Erny Megawati, salah seorang pedagang parfum di CFD mengamini pada Minggu (7/4) pagi memang sempat terjadi cekcok kecil dirinya dengan komunitas ikan cupang Madiun yang bernama Betta Fish AE. Namun, dia tidak pernah melontarkan kalimat yang menyebut sudah menyewa lapak itu seharga Rp 500 ribu. ’’Mau menempati (lokasi, Red) itu seperti mentang-mentang (Betta Fish AE), makanya kita nggak bisa terima. Intinya, CFD memang tempat umum, cuman harus ada etikanya, itu Rp 500 rupiah untuk peleser kebersihan,’’ bebernya.

Ketua komunitas Betta Fish AE , Ovi Gustian Alif sebagai pihak yang menjadi narasumber dari pemberitaan itu juga hadir di kantor Radar Madiun. Dia menjelaskan, saat itu terpancing emosi. Sebab, sangat sulit mencari lokasi bagi komunitasnya untuk melakukan kegiatan sosial membagi-bagikan ikan cupang. Selanjutnya, ada beberapa anggota komunitas Betta Fish AE sempat terjadi cekcok dengan Erny Megawati. Saat itu, diakuinya jika Erny Megawati menyebut kata lima ratus. Dalam penafsirannya Rp 500 ribu untuk menempati lapak. Dia berusaha melogikakan itu. ’’Ada cekcok penjual parfum itu, saya garisbawahi waktu itu saya emosi. Saya akhirnya, mungkin saya emosi sama mbaknya (penjual parfum). Saya bisa menerima itu adalah 500 rupiah bukan Rp 500 ribu,’’ pungkasnya sembari berharap penataan CFD ke depan lebih bak.

Sementara, Kepala Kebudayaan dan Pariwisata Kota Madiun Agus Purwo Widagdo mengaku bakal melakukan penataan CFD usai pesta demokrasi bergulir. Semua permasalahan yang ada dalam CFD akan dibahas dalam pertemuan tersebut. Sebab, saat ini persoalan makin pelik. Termasuk rencana pemindahan lokasi CFD ke Jalan Mastrip-PB Soedirman. ’’Nanti kami atur, akan dibuatkan surat izinnya untuk pedagang CFD. Dan mungkin akan digelar pertemuan di gedung kesenian kapasitas 500 orang. Akan kami rangkum semua keluhan,’’ jelasnya. (dil/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here