Klaim Capres Dildo Tidak Mendongkrak Golput

195

PACITAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pacitan mengklaim munculnya pasangan calon presiden-wakil presiden fiktif Nurhadi-Aldo (Dildo) bukan ancaman maraknya golput dalam Pemilu 2019. Fenomena tersebut dianggap sekadar euforia. Pun dibuat sebagai pelepas penat terhadap ingar bingar pesta demokrasi. ‘’Jadi memang tidak begitu ngganggu,’’ kata Ketua Bawaslu Pacitan Berty Stevanus kemarin (21/1).

Berty juga memastikan hingga saat ini belum ada pemasangan alat peraga kampanye (APK) Dildo di Pacitan. Sejauh ini dia belum menerima laporan dari anggotanya saat melakukan pengawasan di lapangan. Baik dari panitia pengawas kecamatan (panwascam) maupun saat melakukan penertiban APK. ‘’Di Pacitan belum ada. Sampai saat ini belum ada laporan,’’ ujarnya.

Menurut Berty, di sejumlah daerah APK pasangan fiktif tersebut marak. Salah satu daerah tetangga terdekat di Ponorogo. Dia berharap fenomena tersebut tidak menular ke Pacitan. Meski disebut tidak mengganggu, dia meminta warga Pacitan mendukung calon yang dianggap kompeten memimpin. ‘’Kalau bisa beri dukungan untuk calon resmi,’’ pintanya.

Berty mengungkapkan, jumlah angka golput di Pacitan masih tinggi. Buktinya, tingkat partisipasi pemilih tidak lebih dari 70 persen. Dia menduga penyebabnya banyak warga Pacitan yang merantau ke luar daerah. Bahkan, jumlah perantau di satu desa bisa mencapai puluhan hingga ratusan jiwa. Salah satunya Desa Gayuhan, Arjosari. ‘’Banyak juga yang sudah lansia. Jadi, merasa sudah tidak butuh e-KTP dan akhirnya tidak bisa mencoblos,’’ ungkapnya. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here