Kisah Basrowi, Takmir Masjid Jami’ Setro Ketipo Pacitan

101

Banyaknya masjid kuno dan bersejarah di Pacitan. Salah satunya, Masjid Jami’ Setro Ketipo, di RT 02 RW 06 Dusun Krajan Lor, Nanggungan, Pacitan. Disinyalis sudah berdiri sejak ratusan tahun lalu. Lokasinya hanya 200 meter dari pendopo kabupaten lama atau petilasan Setro Ketipo.

———–

SUGENG DWI, Pacitan

RINTIK hujan terdengar dari luar Masjid Jami’ Setro Ketipo sore itu. Udara dingin menusuk tulang. Hari yang kian gelap membuat para jamaah enggan ke masjid dan memilih salat di rumah masing-masing. Tinggallah Basrowi, takmir masjid, khusyuk Salat Magrib sendirian.

Beberapa saat setelah mengucap takbir, terdengar suara sajadah digelar di belakangnya. Pertanda ada makmum. ‘’Tapi setelah selesai salat dan berdoa, saya tengok ke belakang tak ada orang. Perasaan saya campur aduk,’’ ujar Basrowi, mengenang kejadian saat jadi Imam di Masjid Jami’ Setro Ketipo itu.

Bagi masyarakat setempat Masjid Jami Setro Ketipo bukan masjid biasa. Mereka meyakini tempat ibadah umat Islam tersebut merupakan masjid tiban atau muncul tiba-tiba tanpa ada yang membangun. Meski tak tahu kebenaran cerita tersebut, setelah ditunjuk pendahulunya untuk menjaga masjid tersebut, Basrowi memilih menjaga cerita leluhur itu.

‘’Memang jadi imam di masjid ini ada aura khusus. Berbeda dengan saat mengimami di masjid lain atau di rumah misalnya. Bahkan dulu, konon katanya ada yang sempat pingsan waktu jadi imam,’’ terang warga RT 01 RW 04 dusun Krajan Lor, Nangunggan, Pacitan, itu.

Meski sarat cerita di luar nalar, bagi purnawiarawan Polri itu menjaga masjid ini adalah amanah. Saban hari dia ke masjid itu sebagai imam salat lima waktu. Pun memberi ceramah kepada para jamaah pada Salat Jumat atau acara keagamaan. ‘’Kalau kegiatan keagaam tak ada bedanya dengan di masjid lain. Di sini digunakan sebagai salat jamaah lima waktu, tarawih dan kegiatan lain,’’ tambahnya.

Tak hanya menjaga masjid. Beberapa benda di masjid ini juga turut dirawat pria kelahiran 7 Januari 1956 itu. Antara lain, kubah masjid yang masih utuh sejak awal berdirinya bangunan. Padahal, seluruh bangunan  masjid telah dipugar dan direnovasi beberapa kali. ‘’Kalau kubah masjid gak boleh diganti. Walaupun sudah ratusan tahun namun tetap utuh. Tak rusak meskipun terbuat dari kayu. Luar biasa,’’ pungkasnya.*** (sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here