Kiprah Sriyanti Mengangkat Pacitan Jadi Daerah STBM

23

PACITAN – Keberhasilan Kabupaten Pacitan menyabet predikat daerah dengan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Berkelanjutan tak lepas dari cawe-cawe Sriyanti. Sejak 2008 silam, dia aktif menyerukan masyarakat untuk tak BABS. Bagaimana sepak terjangnya?

Ditolak, dicibir hingga diacuhkan. Itu makanan sehari-hari Sriyanti. Niat baik mengajak masyarakat untuk melakoni hidup sehat acap disalah arti. Dituding penghasut.  Terkadang dimintai bantuan. Itu tanggapan warga saat diajak berdialog. ‘’Dulu hampir semua warga satu desa itu tak memiliki WC,’’ kenang Sriyanti saat awal jadi kader kesehatan 2008 silam.

Memang, 10 tahun lalu, sebagian besar warga Pacitan terutama di wilayah barat masih terbiasa buang air besar (BAB) di semak-semak, bawah pohon keras hingga sungai. Itu mereka lakukan turun temurun.. Sehingga, penularan penyakit berbahaya mudah menyerang warga lewat serangga yang hinggap di kotoran manusia itu. ‘’Tidak ada yang tahu lalat itu hinggap di mana dan ke mana,’’ ujar warga Dusun Salam, Sukodono, Donorojo, itu.

Pantangan mengajak dan menyuruh dipegang teguh ibu dua anak itu saat jadi kader kesehatan. Sehingga, dia harus berulang kali melakukan penyuluhan di satu lingkungan. Sebab, dialog sebelumnya tak digubris warga. Enggan menyerah, warga asli Jogjakarta itu berinisitiatif membuat peta BAB para warga. ‘’Kami buat peta sederhana dari ranting batu dan serbuk gergaji. Kami ajak dialog dan minta mereka menandai lokasi BAB masing-masing,’’ papar nenek satu cucu itu.

Cara tersebut terbukti ampuh, seiring berkali-kali peta yang sama dibuat satu per satu warga malu saat menunjukan lokasi BAB masing-masing. Pun satu per satu mereka sudi membuat WC di rumah masing-masing. Sebagian, bahkan membuat arisan WC di setiap lingkungan. Hingga, dua tahun berjalan jadi kader, wanita kelahiran 11 April 1969 itu sukses mengentaskan Pacitan dari BAB sembarangan (BABS). ‘’Tahun 2010 itu ada deklarasi bersama tak melakukan BABS di Pacitan,’’ terangnya sembari menyebut setiap lingkungan mempunyai cara masing-masing dalam menjaga warga agar tak BABS.

Istri Harun Supadmo itu kini dapat tersenyum lega. Seluruh rumah di Pacitan kini memiliki WC. Pun warga yang sempat menolaknya dulu justru berbalik turut menyuarakan hal serupa. Selain itu, puskemas di wilayahnya acap disambangi dinas kesehatan daerah lain untuk studi banding pengentasan BABS. Sriyanti pun kerap didaulat jadi pemateri pada acara serupa. ‘’Masyarakat juga lega, karena selama ini penularan penyakit berkurang banyak,’’ pungkas Sriyanti.*** (sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here