Magetan

KIPK Ngariboyo Bikin Kompetisi Industri Penyamakan Kulit Kian Ketat

MAGETAN – Persaingan industri penyamakan kulit di Magetan kian sengit. Kondisi itu terjadi setelah adanya pembangunan kawasan industri penyamak kulit (KIPK) Ngariboyo oleh investor. Keberadaan KIPK tersebut bakal menjadi pesaing UPT Industri Kulit dan Produk Kulit (IKPK) Magetan yang sudah berdiri lebih dulu.

Untuk menghadapi tantangan itu, UPT IKPK Magetan berbenah. Salah satunya dengan menambah aerator yang bisa meminimalisir bau limbah pada instalasi pengelolaan air limbah (IPAL). Dari sebelumnya terdapat 24 aerator, ditambah menjadi 48 aerator. ‘’Masyarakat bisa membandingkan mana pengelolaan IPAL yang baik,’’ terang Kepala UPT IKPK Magetan Wahyu Siswanto kemarin (9/2).

Dia mengungkapkan aerator itu merupakan hasil hibah dari Pemerintah Jepang. Selanjutnya, alat tersebut diharapkan bisa meningkatkan pengolahan air limbah di LIK. Dengan harapan agar masyarakat tidak terganggung dengan bau limbah hasil pengolahan kulit. ‘’Bantuan ini akan terus berlanjut. Tidak berhenti pada pemberian aerator,’’ jelasnya.

Selain dari pemerintah Jepang, lanjut Wahyu, bantuan untuk operasional UPT IKPK juga diperoleh dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim. Yaitu berupa peralatan rotary screen. Alat itu berfungsi untuk menyaring konsentrat agar bebannya tidak berat. ‘’Kami tidak mengahalangi (pendirian KIPK, red). Karena segmennya sudah beda,’’ terangnya. (bel/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
close
PENGUMUMAN
Close