Khoiri Ajari Ratusan Orang Beternak Kambing Cara Modern

49
SUKSES: Khoiri (paling kiri) berfoto bersama peserta pelatihan di depan Kandank Oewang miliknya.

Siapa bilang dunia peternakan tidak menjanjikan. Lewat ternak kambing, Muhammad Tahfidzul Khoiri berhasil mendapatkan pundi-pundi rupiah. Memanfaatkan YouTube, pria itu belakangan membuka pelatihan beternak kambing dengan metode modern.

————–

NILAM RIFIA SAVITRI, Madiun, Jawa Pos Radar Madiun

SEJAK beberapa tahun terakhir keseharian Muhammad Tahfidzul Khoiri tak jauh-jauh dari kambing. Meski begitu, pria tersebut bisa dikatakan peternak milenial. Setidaknya, dia menggunakan metode beternak modern. Urusan pakan, misalnya, tidak perlu sering-sering ngarit rumput. ‘’Pakai silase,’’ kata Khoiri menyebut istilah untuk formula pakan ternaknya.

Kiprah Khoiri di dunia ternak kambing dimulai saat berusia 18 tahun. Tepatnya ketika magang di perusahaan pupuk yang juga memiliki peternakan kambing. Di situ pula pria yang sempat mengikuti training di Jepang itu mengetahui silase untuk pakan ternak.

Setelah menyelesaikan magangnya, Khoiri mencoba mempraktikkan metode beternak kambing modern itu. Dia nekat meminjam modal usaha dari sekolahnya untuk membeli tujuh ekor kambing. Gudang penggilingan padi milik orang tuanya yang sudah tidak terpakai lantas disulap menjadi kandang.

Bersamaan usahanya yang semakin berkembang, Khoiri membuat channel di YouTube yang mengupas seputar dunia peternakan kambing. Lewat itu pula namanya dikenal oleh kalangan peminat ternak kambing. ‘’Akhirnya muncul ide bikin pelatihan,’’ ujarnya.

Pelatihan tersebut tidak melulu membahas cara merawat kambing, melainkan juga beberapa ilmu lain. Salah satunya cara memproduksi silase. ‘’Ada alumni yang sekarang sukses berbisnis silase dengan bahan dasar daun jagung. Produknya sudah dikirim ke berbagai daerah,’’ bebernya.

Hingga saat ini sudah lebih dari 300 orang yang pernah mengikuti pelatihan Khoiri. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan ada yang dari Australia. ‘’Sejak tahun lalu, dua kali dalam sebulan buka rombongan baru (peserta pelatihan),’’ ungkapnya.

Dalam sekali pelatihan, Khoiri membatasi peserta maksimal 15 orang. Training hanya berlangsung satu hari, mulai pagi hingga sore. ‘’Kalau belum mampu, saya bimbing sampai bisa,’’ kata penyandang predikat Duta Petani Muda Indonesia itu.

Khoiri juga rutin memberikan bimbingan -baik personal maupun kelompok- melalui grup WhatsApp. Para alumni bisa leluasa menceritakan kendala yang dialami ketika praktik. Pun, dia sering memberikan ide-ide usaha sesuai potensi di lingkungan sekitar tempat tinggal mereka. ‘’Saya justru senang kalau ditanya-tanya, berarti mereka benar-benar ingin usaha. Kadang ada alumni yang diam saja, saya malah bingung,’’ katanya.

Kini, banyak alumninya yang sukses beternak kambing dengan pakan utama silase. Tidak sedikit pula yang menjadi produsen pakan, pupuk, dan vitamin hewan ternak. *** (isd/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here