Khofifah: Tancap Gas, Tanamkan Roh CETTAR

20

MAIDI dan Inda Raya Ayu Miko Saputri resmi dilantik oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sebagai wali kota dan wakil wali Kota Madiun kemarin (29/4). Mereka diminta langsung tancap gas setelah dilantik.

Selain itu, Khofifah juga ingin agar keduanya segera melakukan sinkronisasi program kerja dengan Pemprov Jatim dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). ‘’Setelah ini akan kami lakukan sinkronisasi yang lebih detail. Karena RPJMD pemprov sendiri baru kami sampaikan ke DPRD Jatim. Tinggal nanti RPJMD Kota Madiun akan lebih mudah berinduk ke RPJMD Jatim,’’ katanya di Gedung Grahadi, Surabaya.

Menurut gubernur perempuan pertama di Jatim itu, seluruh RPJMD memang harus dilakukan sinkronisasi dengan program dari pemprov. Setelah lebih dulu dilakukan adjustment atau penyesuaian dengan rencana besar pemprov. Baru kemudian dilanjutkan dengan diajukan ke kementerian dalam negeri (kemendagri) untuk mendapatkan persetujuan. ’’Jadi, saya rasa untuk Pemkot Madiun akan lebih mudah karena mereka akan finalisasi dan sinkronisasi RPJMD-nya saat RPJMD provinsi sudah selesai,’’ terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga memberikan tiga poin penekanan dalam hal penyusunan rencana pembangunan daerah. Antara lain, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penurunan angka kemiskinan dan mempersempit kesenjangan antara wilayah utara dan selatan.

Selain itu, dia juga menginginkan agar Pemkot Madiun ikut menanamkan roh CETTAR (Cepat, Efektif, Transparan, Tanggap dan Responsif) dalam layanan kepada masyarakat. Serta prinsip pendekatan layanan ke masyarakat bisa dimaksimalkan. ’’Kota Madiun kebetulan (angka) kemiskinan dan penganggurannya rendah. Tentu ini akan menjadi referensi bagi daerah-daerah lain,’’ ujar mantan menteri sosial itu.

Sementara itu, Wali Kota Madiun Maidi mengatakan siap langsung tancap gas bekerja setelah dilantik. Seperti melakukan penataan program untuk kesejahteraan masyarakat Kota Karismatik. ’’Saya akan segera melihat program di tahun 2019 seperti mana, sudah sejauh mana program yang kami usung sudah diterapkan. Kami juga akan evaluasi program mana yang sudah berjalan baik, ada kendala dan yang sulit untuk direalisasikan. Semua akan kami tindak lanjuti,’’ beber mantan Sekda Kota Madiun tersebut. (her/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here