Khofifah Pertajam Program 99 Hari Kerja

121

MADIUN – Pelantikan Khofifah Indar Parawansa sebagai gubernur Jawa Timur tinggal menghitung hari. Tepatnya pada tanggal 13 Februari 2019. Dia bakal menggantikan Soekarwo sebagai orang nomor satu di Jatim yang tugasnya resmi berakhir 12 Februari mendatang.

Sejumlah persiapan dilakukan oleh gubernur Jatim terpilih itu. Selain fitting baju untuk pelantikan, dia juga akan menyinkronisasikan draf RPJMD 2019–2024 yang telah rampung disusun oleh timnya dengan tim dari pemprov mulai hari ini. ’’Nanti tim navigasi akan meng-combine draf RPJMD yang sudah difinalisasi oleh tim dengan pemprov. Mereka juga telah menyiapkan draf RPJMD,’’ katanya saat menghadiri acara Jaringan Kyai dan Santri Nasional (JKSN) di Kota Madiun kemarin (5/2).

Khofifah juga ingin ada penajaman program pada 99 hari kerjanya setelah resmi dilantik. Seperti pembagian jadwal pelaksanaan program dalam kurun waktu setiap 33 hari.  ‘’Kami ingin (program) one pesantren, one pesantren menjadi fokus program pertama pada 33 hari awal kerja,’’ ungkapnya.

Untuk melaksanakan program itu, dia mengaku sudah berkomunikasi dengan sejumlah pesantren di Jatim yang mempunyai basis SMK. Karena pada umumnya, hasil karya yang diciptakan oleh santri SMK di beberapa pesantren mempunyai keunggulan kualitas. ‘’Kami akan support akses pasarnya,’’ ujar mantan menteri sosiali itu.

Adapun bentuk rencana dukungan yang jadi program kerja Khofifah untuk membantu memasarkan hasil produk santri SMK di pondok pesantren (ponpes) itu dengan melalui belanja online. Pihaknya hanya tinggal memberikan pelatihan tentang pengoperasian program start up. ‘’Kalau ini sudah masuk dengan sendirinya kemandirian itu bisa menjadi harapan (ekonomi) mereka pasca lulus SMK  di ponpes nanti,’’ terang Khofifah.

Selain itu, Khofifah ingin ada sustainable development (pembangunan berkelanjutan) di Jatim. Karena itu, selain tetap melanjutkan program yang sudah berjalan, pihaknya mengakomodasi program masukan dari sejumlah pihak.

Khofifah juga terus melakukan navigasi program ke berbagai kalangan. Yang terbaru, pihaknya menerima masukan dari beberapa pesantren di Madura berupa penguatan life skill pada akhir pekan. ‘’Ini seiring dengan (peningkatan kualitas) kaum milenial,’’ tuturnya. (her/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here