AdvertorialMadiun

Khofifah: MaDa Wajib Kawal Kualitas Pendidikan

MADIUN – Prosesi serah terima jabatan (sertijab) wali kota dan wakil wali Kota Madiun dari Sugeng Rismiyanto (SR) kepada pasangan Maidi dan Inda Raya Ayu Miko Saputri (MaDa) berjalan mulus. Acara yang dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dilaksanakan di gedung DPRD Kota Madiun, kemarin (2/5).

Proses sertijab secara umum berlangsung lancar. Dimulai penandatangan yang dilakukan SR selaku Wali Kota Madiun sisa masa jabatan periode 2014-2019, berlanjut Maidi selaku Wali Kota Madiun periode 2019-2024. Berikutnya SR menyerahkan memori jabatan.

Ketua DPRD Kota Madiun Istono selepas prosesi sertijab menyampaikan pembangunan di daerah harus tetap berlanjut. Meskipun saat ini indeks pembangunan manusia (IPM), angka kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Madiun sudah lebih baik dibandingkan provinsi dan nasional. ‘’Namun demikian, yang namanya membangun itu kita harus punya semangat atau cita-cita. Di mana hari ini harus lebih baik dari pada kemarin, hari esok harus lebih baik daripada hari ini,’’ terangnya.

Untuk itu, dia berharap kepada Maidi-Inda Raya agar bisa melanjutkan program pembangunan yang sudah dijalankan oleh para pendahulunya. Serta meningkatkan pembangunan yang dirasa kurang. ’’Agenda atau kegiatan yang belum bisa tercapai tentu harus ditingkatkan pelaksanaannya,’’ kata Istono.

Pihaknya memastikan bakal memberikan dukungan kepada MaDa dalam menyukseskan visi dan misinya. Meskipun hampir mayoritas anggota dewan pada periode 2019–2024 berganti dengan wajah baru. ’’Semua anggota dewan mempunyai kewajiban. Di mana sesuai aturan berlaku, DPRD punya peran untuk mengawal (program) sebagai mitra pemkot,’’ ujarnya.

Hanya, lanjut Istono, pengawalan program kerja wali kota dan wakil wali kota itu harus disesuaikan dengan koridor peraturan perundang-undangan. Seperti saat wali kota bakal menyusun RPJMD 2019–2024 dalam waktu dekat ini. Dewan berhak memberikan masukan atau pendapatnya agar rencana pembangunan jangka menengah itu sempurna. ‘’Kalau sudah duduk bersama. Jangan ada anggapan bahwa salah satu pihak itu penting. Karena kita (pemkot-DPRD) sama-sama mempunyai peran dalam mewujudkan harapan masyarakat Kota Madiun,’’ jelasnya.

Sementara dalam kesempatan itu, Khofifah kembali menyampaikan keinginannya mewujudkan masyarakat Jatim yang adil, sejahtera, unggul dan berakhlak dengan tata kelola pemerintahan yang partisipatoris inklusif melalui kerja bersama dan semangat gotong royong. Oleh sebab itu, dia berharap pemkot bisa mensinkronkan program RPJMD Kota Madiun dengan RPJMD Pemprov Jatim.

Selain itu, dia berharap pemkot di bawah kendali pasangan Maidi-Inda Raya mampu menjaga kualitas IPM. Seperti terus mengawal kualitas pendidikan pelajar Kota Madiun. Sekalipun itu merupakan pelajar SMA/SMK yang notabenenya merupakan kewenangan pemprov. ’’Ini yang terus harus dikawal. Bahwa kualitas SMA/SMK di Kota Madiun harus terkawal bersama-sama. Kemudian tingkat pengangguran tetap harus diturunkan kembali,’’ terang Khofifah.

Terpisah, Wali Kota Madiun Maidi menyatakan sudah menyiapkan pembagian tugas selama menjalankan 33 program unggulan dengan Inda Raya. Menurutnya, porsi itu sudah dibagi secara merata. ‘’Tentunya nanti kami juga akan dibantu dengan sekda, asisten, dan organisasi perangkat daerah (OPD),’’ ujarnya. (her/adv/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close