Khofifah: Bengawan Solo Harusnya Minimal Punya Lima Sudetan

149

NGAWI – Mengapa Ngawi kerap dilanda banjir? Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut lantaran kurangnya sudetan. ‘’Dari hasil pemetaan yang pernah kami lakukan, Bengawan Solo ini harusnya minimal punya lima sudetan,’’ kata Khofifah di sela memantau langsung ke lokasi banjir di Desa Jenangan, Kwadungan, kemarin (7/3).

Khofifah mengatakan, sejauh ini baru ada dua sudetan, yakni di Bojonegoro dan Gresik. Pun, dia telah mengusulkan kepada tim yang membahas finalisasi rencana tata ruang wilayah (RTRW) Jawa Timur untuk menyiapkan daerah sudetan baru.

‘’Saat ini masih dikaji kabupaten-kabupaten mana yang sekiranya memiliki lahan untuk dibuatkan sudetan,’’ ujarnya sembari menyebut selain sudetan baru, wilayah Jawa Timur juga membutuhkan lebih banyak embung untuk menampung air.

Menurut dia, keberadaan embung sangat penting. Selain mengurangi potensi banjir, saat musim kemarau airnya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan warga. Itu mengingat di Jawa Timur terdapat sedikitnya 416 desa rawan kekeringan.

Bencana banjir, lanjut Khofifah, juga mengancam nasib petani. Sebab, lahan mereka terancam puso akibat terendam air hingga beberapa hari. ‘’Supaya petani tetap bisa merasakan hasilnya, ke depan pemerintah harus mencarikan solusinya. Salah satunya dengan mengikutkan asuransi,’’ paparnya.

Selain meninjau lokasi banjir, Khofifah kemarin juga sempat mengunjungi para pengungsi di posko pengungsian desa setempat. Di depan para korban banjir, dia memberikan motivasi untuk menguatkan psikologis mereka. ‘’Kita harus yakin bahwa setiap kejadian termasuk bencana itu pasti ada hikmahnya. Ini (bencana banjir, Red) harus kita sikapi dengan living harmony with disaster (hidup harmoni dengan bencana alam),’’ ucapnya. (tif/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here