Tega Gadaikan Motor Teman demi Sing Song

333
KAPOK: Wega Bramantya, tersangka yang nekat menggadaikan motor milik temannya, saat digelandang petugas.

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Teman makan teman. Akibat menodai kepercayaan seorang teman, Wega Bramantya, 25, warga Dungus, Wungu, Madiun, harus merasakan dingin lantai di balik jeruji. Itu setelah pelaku menggadaikan motor Vario nopol AE 6502 CJ yang dipinjam dari SW, sahabatnya.

Dalam menjalankan aksinya, Wega ditemani Sony Eko Hariyadi, warga Kelurahan Mojorejo, Taman, Kota Madiun, teman sekaligus pelaku lain yang saat ini menjadi buron polisi. Kronologi berawal saat keduanya meminjam sepeda motor milik SW pukul 20.00 Senin bulan lalu (17/6). Keduanya beralasan motor hendak digunakan untuk menjenguk temannya yang dirawat di RS Griya Husada, Kota Madiun. ’’Modus operandinya menipu dengan cara meminjam sepeda motor teman,’’ kata Kanit 4 Satreskrim Polresta Madiun Ipda Christian Tangketasik.

Korban yang telah mengenal lama keduanya menyerahkan begitu saja sepeda motornya. Pun korban tidak menaruh curiga sebab selama ini hubungan mereka baik-baik saja. Namun, kepercayaan itu disalahgunakan oleh kedua pelaku. ’’Ternyata tidak menjenguk orang yang sakit,’’ lanjutnya.

Rupanya kedua pelaku memang telah merencanakan hendak menggadaikan motor milik korban. Keduanya menggadaikan motor itu ke seseorang yang oleh polisi tidak disebutkan identitasnya sebesar Rp 5 juta. Pun uang tersebut dijanjikan bakal kembali beberapa hari kemudian. ’’Uang hasil gadaian digunakan untuk bersenang-senang,’’ ungkapnya.

Usai mendapatkan uang, tanpa berpikir panjang kedua pelaku langsung menuju tempat hiburan malam. Keduanya menghabiskan uang itu untuk karaoke atau ngetrennya sing song. Awalnya, korban tidak mengetahui perihal itu. ‘’Akhirnya korban tahu bahwa telah ditipu oleh temannya sendiri,’’ sambungnya.

Berhari-hari kedua pelaku tidak mengembalikan motor ke korban. Hingga akhirnya korban mencari ke rumah keduanya. Korban terkejut bukan kepalang saat mendapati kedua temannya itu tidak ada di rumahnya masing-masing. Pun saat dihubungi melalui handphone tidak tersambung. ‘’Korban melaporkan kejadian itu ke petugas,’’ tuturnya.

Berdasarkan laporan itu, petugas bergerak cepat meringkus pelaku. Wega tidak berkutik saat bersembunyi di rumahnya pukul 13.00 Kamis lalu (11/7). Sementara Sony, pelaku lain, masih dalam buron polisi. ‘’Secepatnya kami tangkap. Saat ini masih menjadi buron,’’ imbuhnya.

Barang bukti yang diamankan berupa satu STNK dan sepeda motor serta satu lembar surat keterangan kredit motor. Atas aksinya, Wega terbukti melanggar pasal 378 KUHP. Pelaku terancam hukuman kurungan penjara maksimal empat tahun. ‘’Akibat kejadian itu korban menderita kerugian Rp 20 juta,’’ ucapnya. (mg7/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here