Khawatir Pemilih Milenial Tak Maksimal

63

PONOROGO – Pekerjaan berat menanti dispendukcapil. Mereka harus segera menuntaskan target perekaman kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) bagi pemilih pemula. Jika mengacu data KPU setempat, total calon pemilih pemula (yang berusia di bawah 20 tahun) mencapai 51.449 orang.

Namun, dispendukcapil mengacu data metrik usia kependudukan di Ponorogo. Dengan asumsi, penduduk di atas 17 tahun sudah mengantongi e-KTP. Khusus yang terlahir 1 Januari—31 Desember 2012, jumlahnya mencapai 12.303 calon pemilih. Selama Januari-Februari, dispendukcapil baru menuntaskan 20 persen dari seluruh sasaran tersebut. ‘’Atau sekitar 2.554 calon pemilih pemula,’’ kata Kepala Dispendukcapil Ponorogo Vifson Suisno.

Sementara, waktu yang tersisa tidak banyak. Pemilu kurang dua bulan. Mau tidak mau, harus jemput bola mendatangi calon pemilih pemula. Mulai sekolah hingga pondok pesantren. ‘’Penduduk berusia 17 tahun yang punya hak pilih pada 17 April tidak sebesar target secara keseluruhan. Bagaimanapun, kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memfasilitasi,’’ ujar Vifson.

Sejauh ini, lanjut Vifson, kesadaran masyarakat masih rendah. Banyak yang belum merasa perlu mengajukan perekaman e-KTP. Jika tak dijemput, Vifson khawatir capaian perekaman bagi pemilih milenial tidak bisa maksimal. ‘’Banyak yang kelahiran 2002,’’ sebutnya.

Sejumlah sekolah, disebut Vifson, menjadi basis terbesar bagi para calon pemilih pemula. Di antaranya SMAN 1 Ponorogo, SMKN 1 Jenangan, hingga SMK PGRI 2 Ponorogo. Di berbagai sekolah itu, ada ratusan yang harus mengikuti perekaman. ‘’Kalau semua persyaratan sudah dipenuhi, kami siap print ready record. Jadi, bisa langung cetak saat perekaman,’’ terang Vifson. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here