Keuletan Afif Kuswardana Menggeluti Bisnis Jual-Beli Vespa

42

Tiada hari tanpa memikirkan Vespa. Begitulah hari-hari Muhammad Afif Kuswardana. Alumnus SMAN 5 Kota Madiun tersebut sekarang sibuk menggeluti bisnis jual-beli kendaraan bekas. Tak hanya Vespa, kini merambah ke Volkswagen.

——————-

PEMUDA berperawakan besar tampak sedang asyik duduk di sebuah warung. Sesekali matanya tertuju pada gawainya. Instagram yang tampak lebih sering diceknya. Ada banyak gambar Vespa berbagai model.

Dialah Muhammad Afif Kusumawardana. Aktivitasnya memang jual-beli Vespa. Meski kini juga ada beberapa mobil klasik. Sudah empat tahun Afif menggeluti bisnis itu. Sederhanya kerjanya. Dia membeli Vespa bekas, kemudian diperbaiki. Setelah tampilan layak, baru kemudian dijepret. Foto lantas diunggah di story Instagram. ’’Saya sejak kelas X juga suka Vespa. Punya kakak kelas saya beli,’’ ujarnya.

Setelah memiliki Vespa seharga Rp 6 juta, Afif bergabung dengan komunitas. Tak lupa dia juga berselancar browsing di internet. Dia ingin mengetahui perawatan motor pabrikan Italia itu. ’’Akhirnya tahu seluk beluk Vespa, mulai mesin sampai aksesori. Punya kenalan banyak bengkel juga,’’ ujarnya.

Merasa paham, dirinya juga kerap mengotak-atik Vespanya. Dia memodif motornya ke berbagai model. Sampai sekitar setahun gonta-ganti model ketika bosan. Saat itu, dia mulai berpikir menjual motornya. Harganya saat itu laku tiga kali lipat dari ketika dirinya beli. ’’Karena untungnya lumayan, padahal modalnya tidak terlalu banyak,’’ katanya.

Kemudian Afif hunting Vespa. Dia mencari kondisinya yang mangkrak. Jika harga sudah disepakati, dia menyewa pikap untuk mengangkutnya. Kemudian dibawa ke bengkel langganannya. ’’Langsung dilihat, kira-kira bagian mana yang perlu diperbaiki. Setelah itu beli sparepart-nya. Harus dimakeover sampai bikin pangling,’’ ungkapnya.

Sebulan mengecat dan memperbaiki, Vespa berubah wajah. Selesai itu, dijepret kemudian diunggap di media sosial. Paling cepat, pernah menjual Vespa setelah 15 menit diunggahnya. Jenisnya Vespa excell 200 CC. ‘’Saya tinggal mandi sebentar, setelah mandi sudah ditanyai pelanggan,’’ katanya.

Saat itu pelanggannya berasal dari pulau Borneo. Kebetulan pembelinya adalah kolektor Vespa. Setelah deal, uang langsung ditransfer. Nasib benar – benar mujur kala itu. Semangatnya pun makin memuncak, dan tetap menjalankan bisnisnya sampai tahun terakhirnya di SMA.’’Sekolah tidak ketinggalan, tetap saya imbangi. Bisnis juga jalan,’’ katanya.

Setelah lulus SMA dia pun mulai kenal dengan Volkswagen (VW). Mobil-mobil buatan Jerman itu juga membuatnya jatuh cinta. Dia pun juga memulai bisnis mobil klasik itu. Dia sudah mulai terbiasa dengan Vespa itu mulai mencari tantangan baru dengan jual-beli VW. Dia juga memodifikasi VW dengan berbagai model foodtruck sebelum dijual. ’’Model VW-nya harus yang VW jenis Combi, karena ruangnya cukup luas,’’ katanya. (fat/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here