Pacitan

Musik Bambu Perajin Akik Pacitan Bikin SBY Penasaran

Banyak cara untuk melestarikan seni budaya asli Indonesia. Salah satunya lewat musik. Itu yang coba dilakukan Kiklung Pring Sedapur, grup musik pelestari musik bambu asal Pacitan yang beranggotakan para perajin akik.

———————–

SUGENG DWI, Pacitan

ALUNAN musik bambu terdengar merdu di pelataran gedung UMKM Pacitan. Beragam bentuk, mulai yang mirip kendang hingga piano, dimainkan untuk mengiringi para penyanyi. Lagu dangdut dan pop pun bisa diselaraskan dengan apik. Siapa sangka, musik itu dimainkan para perajin akik. ‘’Namanya kiklung, kik dari komunitas pedagang akik, dan klung bunyi suara bambu yang dihasilkan,’’ jelas Joko, ketua grup musik kiklung ini.

Berawal dari kejenuhan para perajin akik saat berjualan 2016 silam. Beragam kegiatan dan hiburan pun diselipkan di tempat mereka berjualan. Sunaryo, kepala dinas sosial dan juga pembina akik saat itu, menantang para perajin untuk mengimprovisasi permainan musik bambu serupa yang tengah ngetren di Jogjakarta.

Bermodal nekat dan buah keahlian membuat alat musik salah seorang perajin, Joko dkk mulai menjajal bermain musik kiklung. ‘’Awalnya beberapa anggota yang asli perajin akik gak tahu cara bermusik dan mulai dari nol,’’ ujarnya.

Buah kerja keras mereka lunas sudah. Inovasi mereka sukses menarik para warga sekitar dengan ini. Merdunya alunan musik ditambah gaya permainan yang fleksibel dengan beragam genre musik membuat kiklung cepat terkenal.

Beragam undangan, mulai tingkat kabupaten hingga hajatan pesta pernikahan, deras mengalir ke grup musik mereka. Bahkan, beberapa kota tetangga seperti Trenggalek dan Solo juga sempat disambangi. ‘’Bahkan kemarin saat Pak SBY berkunjung ke Pasar Minulyo, musik kami disambangi dan beliau penasaran,’’ terang Joko.

Musik yang dimainkan 14 orang itu juga mendapat hak paten dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Pariwisata Jatim. Berbeda dengan alat musik bambu serupa, kiklung memiliki kendang yang juga terbuat dari bambu. Mulai dari melodi, ritm, bas, suling, angklung, dan kendang dari bambu. ‘’Kami fokusnya di bambu, agar menarik dan memiliki nuansa lain,’’ paparnya.

Harapan Joko, grup musik kiklung bakal lebih terkenal dan dihargai di Pacitan. Saat ini, beberapa generasi mulai kepincut dan belajar cara memainkan alat musik tersebut. ‘’Sudah ada tiga generasi yang berlatih, ke depan kami berharap dapat bermain di sekolah untuk mengenalkan kiklung,’’ pungkas Joko.*** (sat/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close