Ketika Bakrie Group Menjamah Harta Karun Energi di Madiun dan Ponorogo

1578

PONOROGO – Cadangan geothermal atau panas bumi di lereng Gunung Wilis mulai dijamah konglomerasi bisnis Bakrie Group. Sejak setahun terakhir, PT Bakrie Darmakarya Energi (PT BDE), anak perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi panas bumi, mulai beraktivitas di Ponorogo dan Kabupaten Madiun. Saat ini, aktivitas korporasi tersebut masih dalam tahap eksplorasi harta karun energi itu.

Seorang polisi menghentikan laju kendaraan Jawa Pos Radar Madiun, di jalan sempit penghubung Dolopo, Kabupaten Madiun, menuju Ngebel, Ponorogo, suatu hari di Maret lalu. Dia meminta pengguna jalan untuk menepi keluar badan jalan. Tak berselang lama, iring-iringan truk besar dan alat berat melintas. Para pekerjanya tampak mengenakan seragam berkelir biru tua dengan logo PT BDE. Siang hari itu, iring-iringan tersebut tengah menuju sumur panas bumi di Ngebel.

Pemandangan tersebut menjadi hal biasa bagi warga di sekitar Desa Mendak, Kabupaten Madiun, dan Desa/Kecamatan Ngebel, Ponorogo. Sebab, PT BDE sejak setahun terakhir memang tengah gencar-gencarnya memulai proses eksplorasi sumur panas bumi di kedua daerah. ’’Kami pastikan aktivitas PT BDE sudah berizin, baik dari pusat maupun provinsi,’’ ungkap Kepala DLH Ponorogo Sapto Djatmiko, diwawancara wartawan koran ini beberapa waktu lalu.

Jawa Pos Radar Madiun mencoba menelusuri jejak digital PT BDE. Tak banyak informasi resmi dari mereka atas aktivitas eksplorasi di Ngebel dan di Kabupaten Madiun. Diketahui, perusahaan tersebut sebelumnya bernama PT Darmakarya Giriya Sarana, didirikan 2011 di Jakarta. Mengutip situs resmi Bakrie Amanah, lembaga amil Bakrie Group, PT BDE merupakan anak perusahaan Lapindo Brantas Inc, yang juga masih di bawah naungan Bakrie Group melalui PT Energi Mega Persada.

Data mengenai panas bumi di Ngebel didapat dari Kementerian ESDM. Pada 2007 lalu, kementerian yang kini dipimpin Ignasius Jonan itu menerbitkan Kepmen ESDM nomor 1788 K/33/MEM/2007 tentang Penetapan Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Panas Bumi di Ngebel, Ponorogo. Dalam dokumen resmi tersebut, dijelaskan jika WKP Ngebel mencakup luas 31.880 hektare. Beberapa sumber menyebut cadangan gas bumi di WKP Ngebel dipercaya mencapai 165 Mega Watt (MW).

Tak heran Bakrie Group menggarap serius WKP Ngebel. 2018 lalu, PT BDE dan Bakrie Amanah bahkan dua kali menggelar kegiatan corporate social responsibility (CSR) di Ngebel. Menggelontor desa setempat dengan sejumlah bantuan untuk taman kanak-kanak hingga masjid. Mereka juga membangun jaringan pipa air minum di desa setempat. ’’CSR PT BDE diberikan dalam bentuk dukungan finansial maupun barang. Satu misal, ada kegiatan keagamaan, mereka juga membantu,’’ sebut Camat Ngebel Suseno.

Suseno tak banyak mengetahui aktivitas PT BDE di wilayahnya. Di titik mana saja eksplorasi itu dilakukan, dia tak tahu menahu. ’’Di titik mana saja, PT BDE yang mengetahui. Yang jelas saat ini masih tahap eksplorasi, dan persiapannya pun sudah cukup lama,’’ kata dia.

Informasi lebih mendalam diperoleh dari Sekda Ponorogo Agus Pramono. Mantan pejabat Pemkab Madiun itu menyebut PT BDE mengeksplorasi delapan titik di WKP Ngebel. Beberapa waktu lalu, PT BDE menggelar pertemuan dengan pemkab setempat, memaparkan sejumlah hal terkait rencana eksplorasi tersebut. ’’Direncanakan delapan titik. Di setiap titiknya, dari paparan mereka (PT BDE), menghabiskan lebih dari Rp 200 miliar. Panas bumi itu sifatnya jangka panjang, berbeda dengan minyak,’’ ujarnya, Kamis (9/5).

Agus menyebut, jika hasil eksplorasi tidak maksimal, maka kemungkinan PT BDE tidak akan menggarap lebih lanjut WKP Ngebel. Namun, pemkab setempat rupanya sudah telanjur berharap banyak jika program itu berlanjut. Pun, perihal kewajiban kepada pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, sudah diatur lengkap dalam kontrak WKP. ‘’Kerjasama itu sudah diatur di ketentuan (kontrak WKP), tinggal dilaksanakan bersama,’’ kata dia.

Terlepas dari bagaimana hasil eksplorasi tersebut, Agus berharap, ada sumbangsih positif bagi masyarakat sekitar Ngebel. ’’Yang kami minta, bagaimana eksplorasi panas bumi ini berdampak positif terhadap roda perekonomian warga di sekitar Ngebel,’’ sebut Agus. ‘’Pelebaran jalan, perekrutan tenaga kerja, itu pasti. Banyaknya tenaga kerja PT BDE juga berimbas pada bertumbuhnya izin penginapan di sekitar Ngebel,’’ imbuhnya. (naz/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here