Ketika Anak-Anak di Madiun Raya Mengidap Kanker Darah

30

Leukemia merupakan salah satu jenis kanker darah yang dapat menyerang siapa saja. Apalagi leukemia memiliki jenis yang mematikan. Yakni, leukemia tipe acute myelogenous leukemia (AML) atau leukemia akut. Tak pandang bulu, leukemia dapat menyerang anak-anak. Penelusuran Jawa Pos Radar Madiun, enam anak di RSUD Kota Madiun tercatat menderita leukemia pada 2018 lalu.

———————-

NUR WACHID, Madiun, Jawa Pos Radar Madiun

MESKI sepanjang bulan di tahun ini RSUD Kota Madiun nihil pasien kanker anak, namun penyakit itu membutuhkan perhatian serius. Data yang diperoleh dari RSUD Kota Madiun, tercatat enam pasien anak menderita leukemia pada 2018. Perinciannya, dua pasien masing-masing berusia tiga dan tujuh tahun, dua pasien berusia 16 tahun, dan dua pasien berusia 17 tahun.

Kendati demikian, koran ini cukup kesulitan melacak data tentang jenis leukemia yang diidap pasien tersebut. Termasuk data pasien kanker anak yang dirawat di RSUD dr Soedono Madiun. Sejak dua minggu lalu wartawan koran ini sudah mulai menelusuri data pasien kanker anak di rumah sakit milik Provinsi Jatim yang ada di Kota Pendekar itu.

Hingga kini hasilnya nihil dengan berbagai alasan. Entah apa maksudnya sampai data benar-benar dirahasiakan. Melalui wawancara khusus, Prof dr Bambang Permono Spa(K), guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, memberikan penjelasan tentang leukemia. Bambang menjelaskan leukemia pada dasarnya merupakan kanker sel darah putih. Biasanya penyakit ini lebih banyak ditemukan menyerang anak-anak ketimbang orang dewasa. ’’Memang lebih banyak pada anak ketimbang dewasa. Patokan kami di RSUD dr Soetomo Surabaya dan itu pasien anak dari berbagai daerah di Jatim,’’ kata Bambang yang juga sebagai dokter spesialis anak RSUD dr Soetomo Surabaya.

Dia membeberkan bahwa tiap tahun RSUD dr Soetomo menerima 300-an pasien anak yang menderita leukemia. Pasien anak tersebut merupakan rujukan atau kiriman dari rumah sakit daerah yang tersebar di 38 kabupaten. ’’Dulu sebagian besar pasien berasal dari Kota Surabaya, tapi beberapa tahun terakhir mayoritas rujukan dari daerah-daerah,’’ lanjutnya.

Pada dasarnya leukemia merupakan kanker yang menyerang sel darah putih. Padahal, sel darah putih tersebut sangat rentan terinfeksi virus ataupun bakteri yang dapat menyebabkan berbagai penyakit. Ada empat jenis leukemia, yakni leukemia limfositik akut atau acute lymphocytic leukemia (ALL), leukemia limfositik kronis atau chronic leukemia lymphocytic (CLL), leukemia mielositik akut atau acute myelogenous leukemia (AML), dan leukemia mielositik kronis atau chronic myelogenous leukemia (CML).

Dari setiap jenis leukemia tersebut, penanganan dan persentase angka harapan hidup berbeda-beda. Untuk leukemia jenis AML misalnya, harus menjalani kemoterapi. Persentase harapan hidup selama lima tahun untuk anak-anak berkisar 60-70 persen. ‘’Contoh lain untuk ALL pada anak, penanganan kemoterapi selama dua tahun, risiko kematian 30 persen, 70 persen bisa sembuh,’’ tuturnya.

Pada umumnya anak yang terjangkit leukemia ditandai dengan tubuh panas berulang kali, pucat, pendaharan, dan pembesaran pada kelenjar atau limpa. Pun setiap jenis leukemia memiliki gejala yang berbeda. Untuk AML misalnya, biasanya disertai timbul bintik-bintik merah seperti gejala demam berdarah dengue (DBD). ’’Harus segera diperiksakan agar secepatnya terdeteksi,’’ ucapnya. (*/ota/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here