Pacitan

Ketar-ketir Warga Kiteran, Tanggul Jebol sejak 2018 Tak Diperbaiki Maksimal

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Bencana banjir 2018 lalu masih terekam jelas di benak warga Dusun Kiteran, Desa Kembang, Pacitan. Tanggul Sungai Grindulu di dusun itu jebol. Hingga kini, belum banyak diperbaiki lantaran minim anggaran. ‘’Warga di sini takut dan ketar-ketir,’’ kata Bani Ismanto, warga setempat, Senin (11/11).

Dua wilayah rukun tetangga (RT) di dusun ini tahun lalu diterjang banjir hebat akibat tanggul sungai jebol. Rumah sekitar 350 kepala keluarga (KK) terendam setinggi rata-rata tiga meter. Ruang dapur Bani pun hilang. Warga sekitar tak mau peristiwa itu terulang. ‘’Sebelumnya (2017), jembatan putus karena banjir juga. Tapi, yang lebih penting itu tanggul agar air tidak meluap ke permukiman,’’ harapnya.

Bani dan warga lain hanya bisa berharap kepada pemerintah setempat. Perbaikan tanggul sungai sangat ditunggu-tunggu. Sementara, mereka sebisa mungkin meningkatkan kewaspadaan jika sewaktu-waktu banjir bandang menerjang. ‘’Apalagi sudah mendekati musim penhujan. Potensi meluapnya Sungai Grindulu semakin tinggi karena tanggul belum jadi,’’ ungkapnya.

Kabid Sumber Daya Alam Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (SDA DPUPR) Pacitan Yudo Tri Kuncoro mengatakan, perbaikan tanggul Sungai Grindulu di Dusun Kiteran dilakukan bertahap. Tahun ini, baru sampai boulder. Yakni, menambah ketinggian antara tujuh sampai sembilan meter agar rata dengan tanah di lokasi sekitar. ‘’Tujuannya untuk penguatan tebing itu,’’ sebut Yudo.

Tanggul yang jebol sepanjang 70 meter. Menurut Yudo, progres penambahan boulder sudah menyentuh progres 85 persen penyelesaian tahun ini. Dia tidak menampik perlu penguatan tebing lebih maksimal. Namun, minimnya dana berkata lain. Untuk itu, pihaknya intens berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. ‘’Dalam pekan ini kami akan berkomunikasi dengan BBWS Bengawan Solo,’’ ujarnya. (den/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close