Ketakutan, Ridho Nyemplung Sungai

86

MADIUN – Tabir misteri dibalik tewasnya Ridho Cahyo yang ditemukan tewas tenggelam di bengawan Madiun masuk desa Banget, Kwadungan mulai benderang. Setelah anggota buru sergap polres Madiun mengamankan KJ, ES, MR dan AN, serta AF dan AD, enam orang tersangka yang melakukan pencurian dengan pemberatan, hingga berakhir pelajar MTs Mejayan itu hilang nyawa tenggelam di bengawan. ‘’ Diduga korban (Ridho, red) ketakutan dan kabur karena tahu temannya ditodong pisau oleh para tersangka,’’ terang AKBP Ruruh Wicaksono kapolres Madiun dalam press realise kemarin.

Ruruh mengatakan peristiwa nahas itu terjadi pada sabtu (23/3) malam. Saat itu Ridho dan kawan-kawannya (dkk) berencana ke kota Madiun. Saat berada di sekitar Dumpil Exit muncul enam orang tersangka yang mencegatnya di sekitar Dumpil Exit. Lima orang anak baru gede (ABG) termasuk Ridho langsung ngacir. Ridho dan Nasrul seorang rekannya langsung berlari ke arah desa Garon, karena melihat rekanya Pa Dan AD sudah ditodong menggunakan senjata tajam oleh pelaku bernama Khoirul warga Desa Klumutan, Kecamatan Saradan, kabupaten Madiun. Karena melihat ada sungai, keduanya pun memilih menceburkan diri ke sungai. Beruntung Na selamat karena mahir berenang, tapi nahas  menimpa Ridho, pasca melompat ke sungai tak lagi terlihat tubuhnya. ‘’Hingga akhirnya ditemukan tewas dan kami sudah serahkan ke pihak keluarga,’’ ungkapnya.

Perwira dengan dua melati dipundak ini mengatakan, jika keenam pelaku tak sempat menganiaya Ridho dan Nasrul seorang rekannya. Namun, diakui ketiga rekan Ridho yakni Pandu, Aditya, dan Safiyullah yang sempat dianiaya. Pakaian ketiga rekan Ridho sempat dilucuti tersangka dan uang sebesar Rp 13 ribu serta ponsel mereka dibawa oleh pelaku. Mereka pun ditinggalkan begitu saja di pinggir jalan setelah pelaku berhasil merampas barang  berharga ketiga rekan Ridho. ‘’Jadi, ini pencurian dengan pemberatan karena menganiaya korban,’’ katanya.

Dengan begitu pihaknya tidak mengenakan pasal pembunuhan ke pada para pelaku. Pasalnya, mereka belum sempat menganiaya Ridho yang ditemukan mninggal. Namun, dia tak menampik, Ridho jadi berbuat nekat dengan kabur ke sungai karena aksi mereka. ‘’Akan kami dalami lagi,’’ ungkapnya.

Ruruh mengatakan dua dari enam pelaku merupakan anak dibawah umur. Ruruh mengungkapkan jika para tersangka merupakan warga Desa Klumutan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Pihaknya menengarai kalau mereka tidak hanya sekali ini melakukan aksi kejahatan jalanan serupa. Lantaran, sebelum kejadian, mereka sempat berkomunikasi mengenai adnaya korban yang dapat digasak barang berharganya. ‘’Dan pelaku ini mengira kalau Ridho dkk adalah anak jalanan,’’ paparnya.

Keenam pelaku itu ditangkap di rumah mereka masing – masing pada Selasa (26/3). Pun, tidak ada perlawanan. Pihak kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti, yakni 3 unit sepeda motor pelaku, baju dan jaket milik korban, sajam berupa pisau yang digunakan untuk menodong, dan 2 unit ponsel pintar. Pun, uang tunai yang sempat diambil itu pun sudah dibelikan minuman keras oleh para pelaku. ‘’Pelaku kami kenakan pasal 365 ayat 1 , ayat 2 ke 1 e dan 2 e KUHP dengan ancaman hukuman maksimal  9 tahun penjara,’’ tegasnya. (fat/pra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here