Ketahui Perkembangan Anak Via E-Bundahebat

36

MADIUN – Berbagai inovasi untuk meningkatkan pelayanan publik terus dilakukan oleh Dinas kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Kota Madiun. Salah satunya menyasar pada bina keluarga balita (BKB) seperti giat pengisian kartu kembang anak (KKA). Hal tersebut sengaja diberlakukan karena pengisian KKA di Kota Madiun masih sekitar 40 persen.

Kepala Dinkes-KB Kota Madiun dr AS Wardani mengatakan, Ada 105 taman posyandu di Kota Madiun. Taman posyandu ini mengintregasikan posyandu, BKB, dan paud. ”Dari tiga giat taman posyandu ini yang masih ada kendala itu BKB, sementara KKA itu adalah salah satu outputnya. Jadi kami mencari solusinya melalui E-bundahebat. Di mana pengisian KKA bisa dilakukan melalui aplikasi berbasis andorid dan lebih mudah digunakan,’’ paparnya.

BKB sendiri memiliki beberapa kegiatan yang rutin dilakukan. Diantaranya, penyuluhan, konseling orangtua di taman posyandu dan melakukan rujukan apabila ada permasalahan pada tumbuh kembang anak.

Wardani menjelaskan KKA ini sebagai alat deteksi dini kelainan yang mungkin terjadi pada balita. Sehingga memudahkan langkah orang tua untuk segera mencari solusi. Melalui KKA, tumbuh kembang anak lewat rangsangan fisik, motorik, kecerdasan, sosial dan emosional.

Serta moral yang berlangsung dalam proses interaksi dapat terpantau. Caranya dengan pengisian KKA setiap satu bulan sekali ini. ‘’Dibutuhkan pemahaman untuk pengisian KKA ini. Kami latih kader secara rutin, kader ini harus paham karena mereka yang terlibat langsung pengisian KKA bersama orang tua anak,’’ jelasnya.

Pembuatan aplikasi E-bundahebat yang digawangi Anna Wijayanti ini memerlukan waktu dua bulan. Pun, beberapa kali dilakukan uji coba di setiap kecamatan dengan melibatkan langsung kader dan orang tua.

Selain memudahkan orang tua dalam memantau, aplikasi ini juga membantu para kader mengetahui perkembangan balita dan memberikan penyuluhan terkait perkembangan lebih cepat. ‘’Pada 7 Mei lalu kami uji coba di Rejomulyo, E-bundahebat itu bisa cepat mengetahui anak yang mengalami gangguan perkembangan. Di aplikasi itu nanti ada pertanyaan untuk mendeteksi,’’ imbuhnya

Dengan adanya kemudahan ini, wardani berharap orang tua lebih tertarik mengisi KKA secara rutin. Pun, tahun ini pihaknya menargetkan pengisian KKA bisa mencapai 100 persen. ‘’Enaknya, hasil tabel dari aplikasi ini bisa di share dengan mudah ke anggota keluarga yang lain. Jadi semua bisa tahu masalahnya dan mencari solusi bersama,’’ tandas Wardani. (dya/her/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here