Ketahanan Pangan Tak Terdampak Bencana dan Hama

48

MADIUN – Meski bencana alam kerap melanda wilayah Pacitan, namun diprediksi tidak mempengaruhi ketersediaan pangan. Dinas ketahanan pangan (DKP) setempat mengklaim cadangan pangan meningkat setiap tahun. Dari sekitar 24 ton 2017 silam, melonjak jadi 33 ton pada 2018. Jika dilihat dari target baru 30 persen. ‘’Kami menargetkan 100 ton 2018 dan 2019, namun realisasinya hanya 33 ton,’’ terang Kepala DKP Pacitan Bambang Supriyoko.

Meski target tak terpenuhi, namun dia memeastikan jumlah tersebut cukup. Pasalnya, selain cadangan dari bulog serta bantuan pemerintah. Masyarakat, khususnya petani, juga memiliki cadangan. Itu sesuai tradisi masyarakat yang kerap menyimpan gabah pascapanen untuk dicadangkan. ‘’Di luar itu, ada rasta dan PKH untuk mencukupi warga kurang mampu,’’  jelasnya.

Dia menambahkan cadangan pangan Pacitan kerap digunakan sebagai bantuan transien. Yakni membantu warga terdampak musibah. Seperti petani yang kehilangan sawah atau puso pascabanjir. Serta para nelayan yang tak bisa melaut karena terdampak cuaca buruk. Meski tak bisa diberikan terus menerus. ‘’Tujuannya untuk membantu keluarga penerima,’’ ungkap Bambang.

Terkait tambahan cadangan pangan, menurut Bambang, bisa dilakukan. Namun harus menambah anggaran. Sementara, saat ini cadangan pangan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat. Sedangkan banjir dan serangan hama beberapa waktu lalu, diharapkan tak berdampak pada ketahanan pangan di Pacitan.

Dilihat dari rasio lahan terdampak bencana dan total lahan, dia optimistis hasil panen masih dapat mengatasi. Pun dengan rata-rata konsumsi warga 300 gram per orang per hari dia yakin tahun ini aman. ‘’Rasio puso tahun ini kemungkinan dampaknya tak terlalu signifikan,’’ paparnya. (gen/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here