Kesulitan Warga Banyuripan Melawan Haus di Tanah Tandus

40
TEMPUH JALAN TERJAL: Setiap harinya, warga Banyuripan mengais air bersih di perbukitan.

PONOROGO – Dwi Mahmudin harus bangun petang sebelum fajar menyingsing dari ufuk timur. Warga Dusun Banyuripan, Desa Duri, Kecamatan Slahung, itu bergegas menyusuri jalan setapak. Menembus jarak lebih dari satu kilometer demi sampai ke sumber air di perbukitan.

Satu jeriken di pundak, satu di tangan. Dua-duanya kosong. Sepulang dari sumber air, perjalanan lebih berat karena dua jeriken itu sudah terisi penuh. Dia pun harus berhati-hati lantaran melewati tepian jurang curam. ‘’Setiap hari seperti ini. Harus dicukup-cukupkan,’’ kata Mahmudin.

Mahmudin sekeluarga harus cermat memanfaatkan dua jeriken air yang didapatkan. Selain untuk masak, minum, dan mencuci, juga harus dibagi untuk ternak. Kesulitan air ini telah dirasakan dua bulan terakhir. ‘’Setiap pagi, semua warga dari dusun ambil air ke atas bukit,’’ ujarnya.

Banyuripan ditinggali 41 kepala keluarga (KK). Seminggu dua kali mereka mendapat pasokan air bersih dari BPBD Ponorogo. Setiap dropping, 1 KK dijatah 30 liter. Tentu masih kurang untuk memenuhi kebutuhan harian. ‘’Akhirnya kami cari tambahan ke sumber air. Ambilnya juga harus antre,’’ terangnya.

Sejatinya, pemkab telah membangun sumur sedalam 98 meter di dusun ini. Namun, tak membuahkan hasil. Tanahnya cenderung tandus. ‘’Sudah digali hampir seratusan meter, tak kunjung keluar airnya. Akhirnya dihentikan,’’ sambungnya.

Harapan warga tinggal bergantung pada pembangunan sumur di titik lain. Sampai kini, prosesnya masih berjalan dan seperti apa hasilnya kelak juga belum dapat dipastikan. ‘’Semoga sumur yang kedua keluar airnya,’’ harap Mahmudin.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Setyo Budiono menegaskan, Banyuripan termasuk daerah terdampak kekeringan cukup parah pada tahun lalu. Unit pemasok air bersih berkapasitas 6 ribu liter per tangkinya pun tak leluasa menjangkau. ‘’Jalannya berliku, sempit, dan naik-turun,’’ katanya.

Pendataan BPBD, terdapat 19 desa di 9 kecamatan yang terancam krisis air bersih. Pun, kemarau tahun ini diprediksi lebih panjang dari tahun lalu. ‘’Bisa berlangsung sampai awal tahun depan,’’ ujarnya. (mg7/c1/fin) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here