Kesuksesan Hasan Tidak Diraih Secara Instan

197

BERBISNIS sebaiknya dimulai sejak muda. Meski di usia itu, banyak sekali godaannya. Jika tidak kuat mental, lebih baik tidak usah mencoba. Daripada menyesal karena sudah keluar duit banyak untuk modal tapi tidak bisa merasakan hasilnya. ‘’Kalau mau sukses kuncinya tahan banting, kuat mental dan mau bekerja keras,’’ kata Wahyu Ahmad Hasan Jaenuri, salah seorang pebisnis muda sukses asal Ngawi.

Nama Hasan mungkin belum familier di kalangan masyarakat Bumi Orek-Orek. Meski di kalangan para pengusaha properti, warga asli Desa Selopuro, Pitu itu terbilang paling sukses. Saat usianya baru 24 tahun, dia telah menjadi direktur PT Bumi Kurnia Properti. ‘’Jangan melihat kesuksesannya. Lihat juga prosesnya,’’ ungkap pria yang kini berusia 25 tahun tersebut.

Kesuksesan Hasan memang tidak diraih dengan instan. Tapi melalui proses yang bisa dibilang sangat berat. Hasan mulai terjun ke dunia properti sejak lulus kuliah, 2015 lalu. Sejak kuliah, dia memang sudah melirik proyeksi usaha paling berkembang tersebut. ‘’Ada kakak tingkatan saya saat kuliah yang sudah lebih dulu masuk bisnis properti, saya pun tertarik,’’ kenangnya.

Hasan lantas mulai mempelajari bisnis properti secara otodidak. Setelah lulus kuliah, Hasan bergabung dengan salah satu perusahaan konsultan. Tidak lama, dia pilih resign dan mencoba usaha mandiri. Sarjana Tekhnik Sipil Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ini lantas meminjam modal ke orang tuanya untuk membuka bisnis kavlingan di Kota Gede, Jogjakarta. ‘’Itu bisnis pertama saya dan gagal,’’ ungkapnya.

Gagal di sini bukan berarti tidak untung. Melainkan secara target waktu penjualan. Dari dua rumah, Hasan mentargetkan waktu enam bulan terjual. Nyatanya lebih dari setahun baru sold out. Sejak saat itu, Hasan kapok berbisnis properti dengan modal pinjaman. ‘’Sudah telanjur janji tapi tidak ditepati. Untung tidak pinjam bank waktu itu,’’ selorohnya.

Dari kegagalan itu, Hasan mendapat satu pelajaran. Dia pun berusaha bangkit lagi. Tentu dengan konsep berbeda. Hasan ingin ada investor yang mau membiayai usahanya. Hampir setahun lebih Hasan mencari investor. Tapi tidak ada seorang pun yang ditawarinya memberikan respon positif. Justru, banyak yang mencelanya dengan berbagai sindiran. ‘’Katanya nggak punya modal saja berlagak nawar-nawar tanah,’’ ungkapnya mengulang pernyataan orang kepada dirinya dulu.

Tapi Hasan tidak menyerah. Hingga, dia menemukan salah seorang pengusaha yang mau diajak kersama merealisasikan konsepnya. Tepatnya, Desember 2017 lalu. Sejak saat itu, Hasan secara resmi menjabat Direktur PT Bumi Kurnia Properti sampai sekarang. Hasan juga telah berhasil membangun sejumlah perumahan di beberapa titik. Baik di Ngawi maupun di Jogjakarta. Hasan pun semakin yakin, tidak ada keberhasilan yang bisa dicapai dengan mudah. (tif/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here