Kesuksesan Farida Intan Sari Kelola Tiga Bisnis

104
KREATIF: Farida Intan Sari dan seluruh karyawan yang bekerja di tiga toko miliknya.

Sebagai ibu rumah tangga, Farida Intan Sari tak hanya berkutat dengan pekerjaan rumah. Tentu dia juga ingin menghasilkan uang. Kini dia sudah memiliki tiga toko yang dikelola bersama suami. Selain itu, membuka lapangan kerja untuk masyarakat sekitarnya.

———————–

FATIHAH IBNU FIQRI, Madiun

SUARA mesin jahit terdengar rancak. Tangan-tangan orang di dalam ruangan itu begitu cekatan. Mereka sibuk dengan kain-kain yang siap dijahit untuk dijadikan hijab. Jenis yang dihasilkan adalah hijab yang siap pakai. Kain dengan berbagai macam warna itu menghasilkan hijab dengan warna polos nan elegan. Setelah selesai, bagian pinggiran hijab itu harus dijahit. Agar terlihat rapi dan cantik ketika dipakai.

Di ruang berbeda, suara mikser dan wadah yang beradu saat mencampurkan bahan-bahan roti terdengar tak kalah keras. Setelah siap dalam loyang, roti-roti itu pun mulai masuk dalam oven. Setelah matang, roti-roti itu dikemas. Kemasannya pun harus rapi agar saat pengiriman makanan tidak rusak. Dengan begitu, kualitas akan terjaga.

Dua usaha itu milik Farida Intan Sari, warga Dusun Gondosuli, Desa/Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun. Masih ada lagi satu usahanya. Toko online. Bukan untuk memasarkan roti atau hijab yang menjadi brand-nya. Tapi, toko itu menjadi tempatnya untuk promosi perkakas rumah tangga, benda pecah belah, dan sejumlah barang lain. Baginya, mengelola tiga toko tidak susah. ’’Saya dibantu karyawan, total ada 17 orang,’’ ungkap perempuan yang biasa disapa Intan itu.

Awalnya, Intan tak menyangka usahanya bisa sebesar sekarang. Dulunya dia hanya membuka toko gerabah di rumahnya. Dia sendiri yang mengelola. Toko biasa. Singkat cerita, anak-anaknya menyukai roti. Karena tak ingin tiap hari beli, dia pun membuatkan roti sendiri untuk anak-anaknya. Karena rasanya cukup enak, Intan berani membuka bisnis kuliner tesebut. ’’Hingga sekarang jadi bakery sendiri,’’ terangnya.

Tak puas dengan usaha di bidang kuliner, dia memandang hijab memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Lantaran banyak sekali peminat dari berbagai kalangan. Tak ingin menjadi reseller, Intan memutuskan untuk membuat merek yang paten. Miliknya sendiri. Keinginannya makin kuat lantaran belum ada satu pun brand hijab yang saat ini sudah sampai pasaran nasional berasal dari Kare. ‘’Khususnya produk hijab ya,’’ katanya.

Awalnya memang tidak mudah. Namun, berkat pengalamannya memasarkan roti-roti miliknya, Intan juga bisa mengenalkan produk hijabnya bahkan sampai pasar nasional. Bahkan, produknya sudah dipakai istri Menpora Imam Nahrawi dan Wakil Wali Kota Madiun Inda Raya. Selain itu, pasarannya sudah sampai ke beberapa pulau di Indonesia. ’’Sampai saat ini masih akan terus memperbarui brand juga,’’ ungkapnya.

Berkat itulah, Intan berani menggaet karyawan-karyawan yang berasal dari daerahnya sendiri. Utamanya ibu–ibu rumah tangga. Dia sengaja memilih ibu rumah tangga agar bisa memberikan penghasilan pada mereka. Selain itu, dia memotivasi mereka untuk mau bekerja. Lantaran di Kare sendiri mayoritas penduduknya berkebun. Dan jika tidak dalam musim panen, ibu–ibu rumah tangga tidak akan memiliki penghasilan. ’’Akhirnya saya ajak mereka bergabung sekalian,’’ tuturnya.

Awalnya memang tak langsung banyak. Setidaknya dalam kurun waktu 10 tahun dia bisa mempekerjakan sebanyak 17 orang yang semuanya berasal dari daerahnya sendiri. Selain memberikan pengalaman pada mereka, Intan juga memberikan pelatihan–pelatihan untuk meningkatkan kualitas SDM-nya. Dengan begitu, dia juga meningkatkan kaulitas produknya. ‘’Sesekali saya ajak refreshing juga,’’ katanya. *****(ota/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here