Kesetrum, Pekerja Proyek Jatuh Tersangkut Kanopi

5342

PONOROGO – Moch. Abdul Nafik terbaring lemas di rumah sakit. Setelah tersengat aliran listrik tegangan tinggi saat mengerjakan proyek di Desa Somoroto, Kauman. Pekerja 21 tahun itu terjatuh dari ketinggian delapan meter. ‘’Kami baru mendapat laporan sehari setelah kejadian,’’ kata Kapolsek Somoroto Kompol Edi Susanto.

Insiden itu bermula saat Abdul hendak memberikan gerinda kepada rekan kerjanya sekitar pukul 08.00, Jumat (4/1). Menggunakan alat panjat scaffolding, dia memberikan alat tersebut kepada rekan kerjanya yang memasang papan dinding panel bagian depan bangunan yang sedang dikerjakan. Diperkirakan ketinggian mencapai delapan meter.

Saat naik, Abdul tidak menyadari di dekatnya terdapat kabel listrik bertegangan tinggi. Tubuhnya menyentuh kabel yang membentang di depan bangunan proyek tersebut. Abdul terkejut saat tersengat listrik. Seketika kausnya terbakar hingga menyebabkan kehilangan kontrol. ‘’Kejadian begitu cepat karena memang listrik tegangan tinggi,’’ ujar Edi.

Sengatan listrik yang tinggi membuat tubuhnya terpelanting. Tubuhnya sempat tersangkut kerangka besi kanopi yang baru dipasang. Sebelum akhirnya terjatuh ke tanah dengan posisi tengkurap. ‘’Tubuhnya sempat tersangkut kerangka besi kanopi yang baru saja terpasang,’’ terangnya.

Rekan kerja dan warga setempat yang mengetahui kejadian itu berkerumun di lokasi kejadian. Abdul yang saat itu masih sadarkan diri langsung dilarikan ke RSU Darmayu untuk mendapatkan perawatan. Saat mendapatkan perawatan medis, Abdul berteriak kesakitan akibat luka yang dialami. ‘’Saat dievakuasi, korban masih sadarkan diri,’’ sambung Edi.

Abdul mengalami luka serius di bagian wajah, telinga, leher, dan dada. Setelah dirawat di ruang opname, Abdul dipindahkan ke ruang perawatan kemarin (6/1). ‘’Setelah mendapat laporan, kami cek korban di rumah sakit. Saat ini keadaannya sudah mulai membaik,’’ tuturnya.

Edi menyebut, korban tidak mengenakan alat pengaman saat bekerja. Baik sabuk pengaman badan maupun alat pelindung kepala. Sehingga korban mengalami luka serius saat terjadi kecelakaan kerja. ‘’Ini sekaligus pembelajaran bagi pekerja atau perusahaan,’’ katanya.

Atas kejadian itu, pihaknya mengimbau pekerja untuk melengkapi diri dengan alat pengaman. Pihak perusahaan yang mempekerjakan korban seharusnya paham prosedur alat keselamatan kerja (safety device) tersebut. ‘’Sekecil apa pun risiko, harus diantisipasi,’’ tegasnya. (mg7/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here