Kesetiaan Wiryono Merawat Makam Ki Ageng Anom Besari

600

MADIUN – Menjadi juru kunci makam bukan perkara mudah. Tak sembarang orang bisa dipercaya mengemban pekerjaan itu. Seperti Wiryono. Pria 76 tahun itu masih didapuk merawat makam-makam kuno. Seperti makam Ki Ageng Anom Besari dan Eyang Palang Mejayan Raden Lo Prawirodipuro.

Daun-daun dan bunga kamboja kering itu bergeser dari tempatnya semula. Sapu lidi Wiryono menyapu mereka dan dikumpulkan di salah satu tempat. Sederet nisan tua tak luput dari sapu Wiryono. Juga, persemayaman yang tampak masih belum dicor –kijing– juga dibersihkan.

Siang itu, kondisi kesehatan Wiryono sedang tidak baik. Tapi, dia tetap malakoni tanggung jawabnya sebagai juru kunci makam Kuncen. Makam yang terkenal karena tokoh besar Ki Agung Anom Besari itu menjadi tanggungannya. Baik kebersihannya, kelestariannya, dan keindahannya. Makam itu terlihat asri. Lantaran hampir setiap hari, Wiryono yang merupakan juru kunci makam itu selalu membersihkannya. ’’Saya sendiri yang nyapu seluruh lingkungan makam,’’ ungkapnya.

Makam seluas sekitar tiga hektare itu sudah jadi rumah keduanya. Sepanjang hari dia habiskan di makam. Pun, tugasnya akan bertambah kalau ada yang ingin bertanya tentang sejarah soal tokoh besar yang bersemayam di sana, yakni Ki Ageng Anom Besari. Tokoh agama di Kabupaten Madiun yang berasal dari keturunan Majapahit itu memang pendatang dan kebetulan dimakamkan di Desa Kuncen, Mejayan. ’’Kadang juga menerima tamu dari keluarga yang meninggal,’’ ungkapnya.

Saat itu, makam Ki Ageng Anom Besari sedang dikunci. Pun, memang hampir setiap hari dikunci. Dia menyebut kalau banyak tokoh-tokoh besar yang datang untuk berziarah. Seperti pejabat-pejabat daerah yang ada di dalam maupun di luar Kabupaten Madiun. Namun, kemarin dia membuka makam tersebut. Dia mempersilakan Radar Caruban untuk memasuki ruangan yang di dalamnya terdapat makam. ‘’Para peziarah kadang tidak bisa sampai ke dalam kalau sedang ramai,’’ katanya.

Lantas setelah selesai berdoa di makam, dia keluar dan menunjukkan silsilah Ki Ageng Anom Besari yang masih keturunan bangsawan dari Kerajaan Majapahit dan Nyai Ageng Anom Besari yang keturunan dari Fatima Az Zahra, putri nabi Muhammad SAW. Sayangnya, makam Nyai Ageng Anom Besari tidak di Kuncen. Melainkan di Karanganyar. Terlebih dia tidak tahu kenapa makam suami istri itu bisa terpisah. Padahal biasanya dijadikan satu kompleks. ‘’Saya belum tahu kalau sejarah tentang itu,’’ katanya.

Setahu Wiryono, Ki Ageng Anom Besari dimakamkan di Kuncen lantaran almarhum memang pendatang. Dan datang ke Kuncen untuk berjualan gerabah. Sehingga, Ki Ageng Anom Besari juga berjuluk Ki Ageng Nggrabahan. Pun, kiprahnya untuk menyebarkan syiar Islam di Mejayan juga cukup berpengaruh. Sehingga, ketika beliau meninggal, warga memilih untuk memakamkan di Madiun, tepatnya di Kuncen. ’’Tapi, Nyainya tidak di sini, pun anak – anaknya tidak di sini,’’ ungkapnya.

Keturunan Ki Ageng Anom Besari ada dua di Ponorogo dan Tulungagung. Pun, sama sekali tidak ada keturunannya yang masih ada di Mejayan. Dia memang menyayangkan hal itu. Namun, tidak masalah selama makam leluhur itu masih terawat dengan baik. Pun, para peziarah juga turut andil dalam pelestarian makam. Mereka semua berziarah dengan tertib. ’’Juga menjaga kebersihan,’’ ungkapnya.

Makam tersebut ramai dikunjungi peziarah saat memasuki bulan Ramadan. Namun, untuk hari-hari biasa yang paling ramai adalah saat malam Jumat Legi. Pun, untuk bulan – bulan tertentu seperti bulan Ruwah dan Muharam (Suro) dalam kalender hijriah. Mereka pun datang dari berbagai daerah di Pulau Jawa. Seperti Pekalongan, Tuban, Semarang, Surabaya, Tulungagung dan masih banyak lagi. ’’Belum lagi tokoh-tokoh dan pejabat tadi,’’ katanya.

Selain bertugas sebagai juru kunci makam, Wiryono rupanya juga menjadi petani. Justru lebih dulu menjadi petani ketimbang menjadi juru kunci. Di saat-saat setelah tanam padi seperti ini dia lebih banyak kegiatan di makam. Sementara saat memasuki musim panen harus bagi waktu antara mengurus sawah dan makam. ’’Tapi, dua-duanya bisa saya kerjakan semua. Alhamdulillah tidak keteteran,’’ katanya. *****(ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here