Ponorogo

Kesadaran Warga Urus KIA Rendah

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Target penerbitan kartu identitas anak (KIA) di Ponorogo masih jauh panggang dari api. Hingga kini, yang telah ter-cover KIA belum genap 50 persen dari total sasaran penduduk usia 5-16 tahun. ‘’Tapi, setiap hari kami terus lakukan pencetakan,’’ kata Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Ponorogo Heru Purwanto Minggu (13/10).

Hingga pekan lalu, total 21.177 keping KIA telah dicetak. Mulai Januari hingga Oktober 2019 ini. Menurut Heru, angka tersebut masih cukup rendah. Terutama jika melihat total sasaran. Tiap kelompok usia, pada rentang 5 hingga 16 tahun, terdapat sekitar 11 ribu jiwa. Sehingga, jumlah penduduk wajib KIA seharusnya mencapai sekitar 66 ribu. ‘’Bisa dikatakan sekitar sepuluh persen,’’ ujarnya.

Menyikapi kondisi tersebut, Heru menilai kesadaran masyarakat mengurus KIA masih rendah. Jumlah warga yang mengurus langsung ke dispendukcapil tak banyak per harinya. ‘’Dibandingkan jumlah penduduk, khususnya di bawah 17 tahun, cukup kecil persentasenya. Tapi, minimal setiap hari pencetakan KIA jalan terus,’’ tuturnya.

Pihaknya getol mendorong sekolah-sekolah untuk mengajukan pencetakan KIA kolektif. Cara itu, kata Heru, boleh dilakukan. Sepanjang ada akta kelahiran siswa yang jadi syarat wajib pencetakan. ‘’Kalau ditambah kolektif, jumlahnya bisa mencapai 200 hingga 300 keping per hari,’’ sebutnya.

Rendahnya persentase realisasi tersebut, membuat stok blangko KIA melimpah ruah di dispendukcapil. Hingga kini, mencapai 9.000-an. Tak pernah ada penumpukan permohonan KIA. Di sisi SDM dan sarpras, juga tidak ada persoalan berarti. ‘’Jadi, belum perlu pengadaan blangko lagi untuk tahun ini. Kemungkinan baru tahun depan,’’ jelasnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close