Kerusakan Jalan Arjosari-Karangrejo Semakin Parah

124

PACITAN – Warga semakin jengah dengan kerusakan jalan Arjosari-Karangrejo yang kian parah. Pasalnya, berbulan-bulan tak tersentuh perbaikan. Tak kunjung diaspal ulang, hanya ditambal sulam. Kondisi jalan yang juga akses menuju objek wisata pemandian air hangat itu kian mengenaskan saat penghujan. Hingga warga pun nyinyir. ‘’Dulu sempat ditanami pohon pepaya, sekarang dipasang tulisan,’’ kata Rubiah, warga Dusun Banaran, Gayuhan, Arjosari, kemarin (23/1)

Pelang berukuran 15×40 sentimeter bertiang bambu tersebut ditanam tepat di atas jembatan yang berlubang di dusun tersebut. Isinya bernada sindiran. Salah satu sisi ditulisi Ojo Ditambal, sisi yang lain tertulis Butuhe Aspal. ‘’Tulisan itu sudah ada sejak beberapa hari lalu,’’ ujar Rubiah yang tinggal di depan pelang tersebut.

Dia menyebut sudah setahun terakhir jalan di desanya itu rusak. Biangnya, banyak kendaraan berat yang melintas. Pasalnya, selain menuju objek wisata Banyu Anget, jalan tersebut juga akses menuju proyek pembangunan Waduk Tukul di Karanggede, Arjosari. Hingga saban hari puluhan kendaraan berat melintas. ‘’Kalau kemarau berdebu,’’ jelasnya

Saat ini semakin banyak lubang di sepanjang jalan itu. Pengendara yang melintas mesti hati-hati agar tak terjerembab di lubang. Pasalnya, ukurannya mulai selebar daun jati hingga bergharis tengah hampir dua meter. Pun genang air hujan yang menutup lubang menambah bahaya. Sebab, pengendara jadi tidak tahu kedalaman lubang. ‘’Kalau orang terjatuh sudah sering di sini,’’ ungkapnya.

Dia dan warga lainnya berahap pemerintah setempat lekas memperbaiki. Apalagi arus lalu lintas jalan tersebut cukup padat. Sebab, warga dua desa menggunakan jalur tersebut untuk menuju tempat fasilitas umum. Pun mengancam para pelajar yang melintas. ‘’Kalau malam lebih bahaya karena beberapa titik tak ada lampu penerangan,’’ sebutnya.

Sodik, salah seorang pengguna jalan, juga geram dengan kondisi tersebut. Sebab, berdampak pada ekonomi. Warga jadi malas keluar rumah. Apalagi jika harus melintasi jalan tersebut. ‘’Saya misalnya, kalau pagi dan sore pasti lewat sini untuk kulakan sayuran. Kadang kalau hujan pagi mau keluar malas karena jalannya jelek,’’ kesalnya.

Pantauan di lokasi, kerusakan jalan terdapat di beberapa titik di Desa Gayuhan. Mayoritas berlubang hingga 90 persen dalam satu titik. Warga yang melintas, harus zikzak memilih jalur yang dinilai aman. (mg6/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here