Kerugian akibat Banjir Capai Rp 40 Miliar

81

NGAWI – Angka kerugian akibat bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah Ngawi beberapa hari lalu ditaksir mencapai Rp 40 miliar. Bahkan, tidak menutup kemungkinan jumlah itu bertambah mengingat luasnya wilayah yang terdampak.

Berdasarkan pendataan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat, kerugian akibat banjir kali ini ditaksir menyentuh Rp 40 miliar. ‘’Sampai sekarang masih belum klir (pendataan, Red), tapi angka yang sudah muncul sekitar Rp 40 miliar,’’ kata Plt Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Ngawi Eko Heru Tjahjono kemarin (15/3).

Heru  tak menampik bahwa proses penghitungan angka kerugian akibat banjir kali ini cukup lama. Selain faktor luasan wilayah terdampak, hal itu disebabkan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) terkait kurang memahami penghitungan angka kerugian materi dampak bencana. ‘’Tadi (kemarin, Red) sudah kami berikan penjelasan, mudah-mudahan bisa segera terdata,’’ ujarnya usai rapat koordinasi bersama sejumlah instansi.

Rencananya, kata dia, pada 20 Maret mendatang pihaknya bakal mengumpulkan lagi beberapa OPD terkait. Harapannya, semua data kerugian akibat banjir itu sudah masuk semua sehingga bisa segera diketahui angka finalnya. Pun, pihaknya bisa segera menyusun dokumen rencana aksi pemulihan pascabencana.

Heru menyebut, data final itu sekaligus menjadi dasar usulan terkait proses pemulihan pascabencana yang bakal diajukan ke pemkab setempat serta pemprov dan pusat. Juga kepada pihak swasta. Sebab, tidak menutup kemungkinan dalam masa pemulihan itu mereka bisa membantu melalui dana corporate social responsibility (CSR).

Dijelaskan, banjir yang menerjang wilayah Ngawi selama tiga hari sejak 6 Maret lalu menimbulkan kerugian materiil di berbagai sektor. Mulai pertanian, permukiman, infrastruktur, hingga pendidikan. ‘’Paling parah pertanian karena banyak tanaman padi siap panen yang terendam,’’ ungkapnya sembari menyebut pihaknya bakal mengupayakan bantuan dari kementerian terkait untuk petani yang lahannya terdampak.

Selain BPBD, rapat koordinasi kemarin dihadiri dinas pertanian, dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR), dinas perumahan dan kawasan permukiman, dinas pendidikan, dinas kesehatan, dinas sosial, serta sejumlah OPD lain. ‘’Para camat yang wilayahnya terdampak juga sudah kami kumpulkan,’’ pungkasnya. (tif/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here