Ponorogo

Kerajinan Tangan Imam Mujiono di Balik Jeruji Tahanan

Dari balik jeruji besi, kreativitas Imam Mujiono teruji. Dari dalam Rutan Kelas II B Ponorogo, pria yang menjalani tahanan 32 bulan itu lihai membuat kerajinan tangan. Mulai miniatur kapal pinisi, motor berukuran kecil, hingga satu meteran.

—————–

PINTU masuk Rutan Kelas II B Ponorogo tertutup rapat. Pintu lapis pertama dibuka. Seorang penjaga dari dalam menanyakan tujuan kunjungan koran ini. Barulah pintu kedua dibuka. Bersamaan jam besuk, sejumlah keluarga bercengkerama dengan warga binaan di ruang tunggu. Di depan pintu ketiga, ada ibu-ibu yang sedang menjaga stan pameran hasil kerajinan tangan narapidana.

Dari sekian kerajinan tangan, ada miniatur motor yang menarik perhatian. Terbuat dari stik es krim berukuran satu meter. Pagi itu, satu karya seni itu sudah berpindah kepemilikan ke tangan salah seorang keluarga napi yang berkunjung. ‘’Laku Rp 750 ribu,’’ kata Imam Mujiono.

Bermodalkan stik es krim, Imam cekatan merangkainya menjadi miniatur motor. Itu dilakoni untuk mengisi waktu luang setiap hari. Kreativitasnya didukung dan difasilitasi rutan setempat. Dari kerajinan tangan itu pula, Imam dapat meraup untung. ‘’Alatnya sederhana,’’ ujarnya.

Miniatur motor berukuran 120 sentimeter dibuatnya dalam waktu lima hari. Untuk membuat kerajinan itu, Imam membutuhkan sedikitnya 3 ribu stik es krim dan 25 lem kayu. Alat yang digunakan hanya berupa pisau cutter dan gergaji mini. ‘’Untuk motor kecil biasanya modalnya Rp 80 ribu dan terjual Rp 200 ribu,’’ terang napi yang masuk rutan per 25 Maret 2018 lalu.

Bagi warga binaan asal Desa Sidoarjo, Kecamatan Pulung, itu, paling sulit membuat bagian spare part. Namun, keuletannya mengundang banyak orderan hingga Madiun. Kebanyakan memesan kotak tisu berbahan stik es krim dalam partai besar. Untuk satu kotak tisu dia membanderol Rp 20-35 ribu. Karena keterbatasan bahan, terkadang dia tidak sanggup memenuhi permintaan pesanan. Ditanya ingin menggeluti dunia kerajinan pascabebas dari tahanan, Mujiono belum dapat memastikan. Sebab, dia ingin hijrah ke luar kota. *** (nur wachid/fin/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close