Jika Tukin Diterapkan, Kadin Bisa Kantongi 60 Juta Sebulan

15

PONOROGO – Pemkab masih alot mengkaji wacana penerapan tunjangan kinerja (tukin). Persoalannya, penerapan tukin bakal membutuhkan anggaran jumbo. Tak ingin neraca keuangan menjadi timpang, pemkab tak ingin buru-buru menghujani ASN dengan tukin. Kendati penerapannya dianjurkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ‘’Tukin itu bagus untuk mendongkrak kinerja ASN. Tapi untuk Ponorogo belum bisa karena faktor kemampuan keuangan kami,’’ ujar Bupati Ipong Muchlissoni.

Tukin sejatinya merupakan bentuk pemberian honor kepada ASN berbasis produktifitas kinerja. Pemberiannya juga mempertimbangkan beban kerja ASN dari hari ke hari. Jadi, tidak hanya mengacu jabatan, kepangkatan, maupun lama pengabdian. ‘’Butuh anggaran yang sangat besar. Itu yang kami sedang pertimbangkan dengan hati-hati,’’ kata dia.

Ipong bahkan menyebut, hasil kajian timnya memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai Rp 100 miliar. Itu hanya untuk pemberian tukin dalam setahun. Sementara, APBD tahun ini Rp 2,3 triliun. Dengan biaya sebanyak itu, anggaran bisa digunakan untuk kepentingan yang lebih menyasar kebutuhan masyarakat secara langsung. Pun, Ponorogo sudah mulai memberikan tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) per tahun lalu. Pemkab mengalokasikan sekitar Rp 30 miliar setahun untuk pemberian TPP.

Ipong lantas membeber hitung-hitungan lain timnya mengenai baik-buruk penerapan tukin. Jika tukin diterapkan, seorang kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dengan beban kinerja tinggi dan berkinerja bagus bisa mendapat take home pay hingga Rp 60 juta sebulan. Angka yang terbilang fantastis untuk memenuhi kebutuhan hidup harian di Bumi Reyog. ‘’Bayangkan dari rata-rata Rp 6 juta atau Rp 7 juta, penghasilan bisa naik sampai Rp 60 juta,’’ sebut Ipong.

Satu contoh lain, lanjut Ipong, yakni penerapan tukin di Jakarta. Di ibukota, seorang lurah bisa meraup gaji puluhan juta rupiah sebulan. Namun, itu berbanding dengan kebutuhan biaya hidup di ibukota. ‘’Penghasilan seorang lurah di Jakarta bisa sampai Rp 30 juta sebulan. Pemberian tukin memang bagus. Tapi, juga perlu dikaji secara matang mempertimbangkan kemampuan anggaran yang ada,’’ pungkasnya. (naz/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here