Kepedulian KPKM Ngopeni Kucing Telantar

39
PENCINTA KUCING: Member KPKM usai berdiskusi dalam acara gathering di Kota Madiun beberapa waktu lalu.

Para member KPKM ini memiliki ’’perikehewanan’’ tinggi. Bagaimana tidak, mereka kerap menyelamatkan kucing telantar yang kondisinya tak terurus, bahkan penyakitan.

———————

NUR WACHID, Madiun

SUARA kucing samar terdengar dari balik sebuah tempat pembuangan sampah di Ngawi. Dwi Agustina yang kebetulan sedang melintas di sekitar lokasi seketika memperlambat laju motornya sebelum akhirnya berhenti.

Dwi lantas turun dan mencari sumber suara tersebut. Bau menyengat di sekitar area tersebut seolah tidak dipedulikannya. Betapa terkejutnya ketika dia mendapati seekor kucing tergeletak dengan kondisi lemas di balik tumpukan sampah.

Dia bergegas memungutnya. Setelah memeriksa setiap bagian tubuh kucing malang itu, Dwi bergegas membawanya ke rumah. Belakangan diketahui binatang tersebut menderita hernia. Mestinya, kucing itu mendapat perawatan khusus dokter hewan.

Namun, malam itu Dwi memilih mengobati sendiri menggunakan ramuan herbal yang biasa digunakannya. ‘’Keesokan harinya baru saya bawa ke dokter hewan,’’ kenang pendiri sekaligus pengurus Komunitas Pencinta Kucing se-Karesidenan Madiun (KPKM) itu mengenang kejadian dua bulan lalu.

KPKM baru dua tahun terbentuk. Dilatarbelakangi seringnya mendapat temuan kucing telantar di wilayah Madiun Raya. Bahkan, tak sedikit yang kondisinya sakit. ‘’Kami tumbuhkan gerakan merawat serta mengadopsi kucing telantar,’’ ujarnya sembari menyebut jika biaya pengobatan cukup banyak biasanya membuka open donasi.

Memasuki 2018 KPKM sempat vakum akibat sulitnya melakukan koordinasi lintas daerah. Pun, kesibukan masing-masing member menjadi kendala tersendiri. Baru awal tahun ini aktif kembali atas inisiatif beberapa anggota. ‘’Pengurusnya juga baru,’’ imbuhnya.

Ada tiga agenda rutin yang digelar KPKM. Yakni, rescue cat, gathering, dan street feeding. Rescue cat memiliki misi menyelamatkan kucing telantar. Jika menemukan kucing sakit, Cat Lover (CL) –sebutan bagi member KPKM- wajib mengobatkan hingga sembuh.

Setelah oleh dokter hewan dinyatakan sehat, CL diizinkan menawarkan agar kepada anggota lain untuk diadopsi. ‘’Boleh juga diadopsi untuk dirawat sendiri,’’ ungkap Dwi sembari menyebut hingga kini telah merawat 30-an kucing.

KPKM juga rutin menggelar gathering saban bulan di Kota Madiun. Dalam kesempatan itu, para member dapat saling bertukar pengalaman seputar perawatan kucing. Tidak jarang pula momen itu digunakan sebagai ajang mengadopsi kucing piaraan sesama anggota. ‘’Orang luar (belum bergabung komunitas, Red) juga boleh ikut join,’’ sambungnya.

Sementara, street feeding biasanya digelar dua bulan sekali. Para member keliling ke berbagai daerah di Madiun Raya memberi makan kucing liar dan telantar. Juga memeriksa kondisi kesehatannya. Penyakit yang ditemukan beragam, mulai hernia, jamur, tumor, hingga prolepsus.

Tidak jarang pula mereka menemukan kucing dalam kondisi lumpuh akibat ditabrak kendaraan. ‘’Beda kasus, penanganannya juga berbeda. Intinya, kami menekankan penggunaan obat herbal,’’ ucapnya. ***(isd/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here