Madiun

Kepatuhan Masih Rendah, Dalam Dua Jam Puluhan Angkutan Kena Tilang

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Kepatuhan pengendara angkutan di Kabupaten Madiun masih rendah. Banyak yang melanggar lalu lintas. Rabu (9/10), sebanyak 32 pengendara angkutan terjaring razia gabungan Dishub dan LLAJ Jatim dengan Satlantas Polres Madiun.

Dalam rangkaian operasi yang berlangsung pukul 09.00–11.00 di Jalan Raya Madiun-Surabaya tersebut, beberapa unit dilibatkan. Para pelanggar tidak hanya ditilang. Mereka juga diberi edukasi terkait kesalahan yang dilakukan.

Juwari, misalnya. Warga Trenggalek itu terpaksa diberhentikan oleh petugas saat mengemudikan truk dari tempat asalnya menuju Madiun. Pasalnya, truk yang mengangkut bahan sembako itu dianggap melebihi kapasitas. ‘’Ada juga penyimpangan trayek dan mati uji, tadi ditemukan bus pariwisata yang melanggar trayek,’’ kata Kepala UPT Pengelolaan Prasarana Perhubungan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (P3 LLAJ) Madiun Ahmad Supriatna.

Dia menambahkan, kendaraan angkut juga banyak yang ditilang. Sebab, kondisi bodi kendaraan mayoritas ditambah dimensi panjang maupun besar sehingga melebihi kapasitas. ‘’Kelengkapan surat kendaraan seperti SIM, STNK, dan buku uji KIR juga diperiksa, banyak tadi temuan yang mati uji,’’ ujarnya.

Adapun kendaraan yang diperiksa meliputi dump truck, bus, dan travel bodong. Travel bodong ini yang seharusnya pelat hitam untuk kendaraan pribadi justru dipakai untuk kendaraan umum. ‘’Itu harusnya diganti pelat kuning,’’ tutur Ahmad.

Berbagai pelanggaran tersebut tentu membahayakan pengguna jalan lain. Karena bisa membawa dampak kecelakaan. Ahmad menyebut bahwa operasi ini masuk dalam tipe A. ‘’Sehingga, kendaraan yang ditilang langsung bisa menjalankan sidang dan membayar denda di tempat,’’ jelasnya.

Sanksi tilang dikenakan karena ratusan kendaraan angkut melanggar UU 22/2008 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan PP 74/2014 tentang Angkutan Jalan. ‘’Kami tindak tegas semua pelanggar dan harus membayar denda sesuai ketentuan. Masyarakat harus sadar dalam menjaga keselamatan dan ketertiban di jalan,’’ ucapnya. (mgc/c1/her)

Kampanye Aman Berkendara Digalakkan

KENDATI banyak angkutan yang terjaring razia Rabu (9/10), tapi jumlah kasus pelanggaran lalu lintas (lalin) angkutan jalan secara umum turun. Persentase penurunannya mencapai sekitar 20 persen.

Kepala UPT P3LLAJ Madiun Ahmad Supriatna mengatakan, berkurangnya kasus pelanggaran lalin angkutan jalan itu lebih disebabkan makin sadarnya pelaku usaha jasa angkutan muatan barang. ‘’Biasanya dalam satu (razia) operasional bisa mencapai lebih dari 70 pelanggar, sedangkan saat ini separonya saja, itu pun banyak terjadi kesalahan terkait perpanjangan KIR,’’ katanya.

Sementara untuk angka kecelakaan lalu lintas di jalanan yang melibatkan kendaraan umum atau angkutan barang ikut turun. Jumlahnya berada di urutan kedua di bawah kendaraan pribadi.

Ahmad menambahkan, ke depan kampanye keselamatan berkendara terus digalakkan. Di samping pihaknya melakukan pemetaan wilayah untuk mendapati titik mana saja yang rawan laka lantas. Dia juga mengedepankan pembinaan daripada penindakan. ‘’Kalau bisa disadarkan dulu, kalau tetap membandel baru ditindak,’’ tegasnya. (mgc/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close