Kepala DPMPTSP Merasa Ditikung Pengusaha Toko Modern

105

MAGETAN – Meski sudah ada moratorium, masih saja ada toko modern berjejaring nekat beroperasi di Magetan. Salah satunya yang dikelola PT Indomarco Prismatama. ’’Kami pastikan tidak memiliki izin semuanya,’’ kata Kepala DPMPTSP Kabupaten Magetan Sunarti Condrowati.

Condro tak menduga jika pengusaha nekat mendirikan toko modern itu. Bahkan, sudah mengoperasikan. Di mana saat ini pihak DPMPTSP tengah melakukan pengecekan ke lapangan dan mendapati ada empat toko modern berjejaring yang tidak terdaftar di DPMPTSP. Kemudian, toko modern berjejaring bodong itu dilaporkan kepada Bupati Magetan Suprawoto. Sehingga bisa diambil langkah sebagai tindak lanjutnya yang melibatkan dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag) dan satuan polisi pamong praja dan pemadam kebakaran (satpol PP dan damkar). ‘’Kami juga berkoordinasi dengan tim tentang masalah ini,’’ ujarnya.

Pengusaha toko modern itu juga sudah dihadirkan ke DPMPTSP. Pengusaha mengiyakan jika sudah berusaha tanpa izin. Pengusaha juga mengakui kesalahannya yang telah menilap pemkab. Pun, Condro murka karena sudah dilangkahi pengusaha tersebut. Dia menyalahkan langkah berani yang diambil pengusaha itu karena sudah mengoperasikan usahanya tanpa selembar legalitas. ‘’Seharusnya kan sebelum ada izin, tidak boleh beroperasi,’’ tuturnya.

Alhasil, lantaran Satpol PP dan Damkar Kabupaten Magetan sudah berancang-ancang untuk menyegel toko modern tersebut, pengusaha pun melembek. Investor tersebut menginginkan agar dia sendiri yang menutupnya. Bukan karena ditutup oleh korps penegak peraturan daerah (perda) tersebut. Saat ini, pengusaha meminta waktu untuk bertemu dengan manajemen toko modern di Surabaya. ’’Pengusaha setuju kalau tokonya ditutup, tapi mau ditutup sendiri,’’ terangnya.

Condro heran mengapa pengusaha tersebut berani mendirikan toko modernnya tanpa izin. Sebab, hal itu bakal merugikan mereka sendiri. Sebab, pemkab memang akan berlaku tegas terhadap usaha bodong. Condro tak ingin adanya pembiaran terhadap usaha tanpa izin. Apalagi, sudah ada peraturan bupati (perbup) yang mengatur pembatasan perizinan pendirian toko modern. ‘’Supaya pengusaha tidak seenake dhewe. Semua usaha harus ada izinnya,’’ tegasnya.

Condro menambahkan, ke depan dia tidak ingin ada pengusaha nakal lagi yang menikungnya. Jika dia berkata tidak, maka tidak ada usaha yang didirikan. Memang, berdampak pada investasi di Magetan. Namun, usaha tanpa izin juga tidak mendatangkan keuntungan bagi Pemkab Magetan. Malah menambah panjang masalah karena menabrak aturan yang dibuat pemkab. ‘’Izin ini berlaku pada semua jenis usaha, tidak hanya pada toko modern berjejaring,’’ pungkasnya. (bel/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here