Kepala BKD: Jalur Khusus CPNS K2 untuk Atlet Berprestasi Internasional

452

MAGETAN – Kabar tenaga honorer K2 masuk prioritas direkrut sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 salah kaprah. Pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Magetan meluruskan rumor adanya jalur khusus untuk mereka yang tidak lulus tahun 2013 silam. ’’Jalur khusus itu hanya untuk olahragawan yang berprestasi internasional,’’ kata Kepala BKD Magetan Suko Winardi.

Kata dia, para atlet itu di antaranya yang mendapatkan medali emas di perhelatan Asian Games 2018. Sesuai arahan, para tenaga honorer K2 tetap mendapatkan kesempatan mengikuti tes CPNS. Namun, tidak serta merta diangkat menjadi CPNS. Semua persyaratan harus mereka penuhi jika ingin mendaftar. Salah satunya, maksimal berumur 35 tahun. Sementara, sebagian besar para tenaga honoer K2 di Magetan sudah berumur lebih. Ada sekitar 435 tenaga honorer yang kini masih berharap diangkat menjadi CPNS tersebut. ’’Regulasinya seperti itu. Tapi, tidak tahu jika nanti ada regulasi baru,’’ ujarnya.

Ratusan tenaga honorer itu, lanjut Suko, tersebar di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Magetan. Pengangkatan itu guna mengatasi kekurangan PNS yang didera Pemkab Magetan sejak 2014 silam. Terbanyak di dinas pendidikan pemuda dan olahraga (disdikpora) sebagai tenaga pengajar, tata usaha, dan penjaga sekolah. Jumlahnya mencapai 300 lebih. ’’Jika tahun ini mau ikut lagi, dipersilakan,’’ terang Suko.

Lantaran tak ada prioritas bagi tenaga honorer K2, lanjutnya, maka mereka harus bertarung dengan ribuan pendaftar lainnya. Mengingat pemkab hanya mengajukan formasi kepada pemerintah pusat sebanyak 385. Itu pun belum semua disetujui oleh Kemen PAN-RB. Jumlah itu sesuai dengan PNS yang pensiun pada tahun ini. Sedangkan kekurangan PNS yang dialami pemkab sejak empat tahun silam mencapai 1.500 tenaga. ’’Kami berharap usulan kami disetujui. Paling tidak bisa mengisi sedikit kekosongan,’’ katanya.

Sayang, waktu pasti pelaksanaan itu masih gelap. Hingga kini BKD masih belum menerima surat resmi dari Kemen PAN-RB. Hanya informasi lisan dari rapat koordinasi. Semula, pelaksanaannya menunggu setelah gelaran pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018. Namun, tertunda kembali menunggu setelah Asian Games selesai untuk memberi kesempatan kepada para atlet juara. ’’Bukan hanya masyarakat yang menunggu-nunggu. Kami juga menunggu informasi resmi dari pusat,’’ paparnya.

Suko menambahkan, momen seperti ini pasti bakal dimanfaatkan oleh para calo CPNS. Para oknum tak bertanggung jawab itu bakal menjual nama salah seorang pejabat untuk menarik uang warga yang ingin ikut tes CPNS. Terutama bagi para tenaga honorer K2 yang mengidam-idamkan diangkat menjadi CPNS tersebut. Bahkan, nama Suko sering dicatut oknum tersebut. ’’Masyarakat jangan percaya siapa pun. Apalagi jika harus membayar jutaan rupiah,’’ pesannya. (bel/c1/ota)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here