Kendali Pengelolaan Parkir Beralih ke Dishub

245

MAGETAN – Polemik pengelolaan parkir di kawasan pujasera Stadion Yosnegoro diluar kehendak Disperindag Magetan. Karena seharusnya penempatan pedagang musimam itu berada di Alun-alun Magetan. Sebelum kemudian dipindah ke kawasan stadion karena di pusat kota tersebut penuh sesak dengan pedagang kaki lima (PKL). ‘’Tapi, masalah parkir sudah diselesaiakan, kok,’’ kata Plt Kepala Disperindag Magetan Sucipto Senin (13/5).

Dia tak menampik bahwa lokasi itu merupakan tempat parkir khusus. Serta pengelolaannya terbagi oleh dua kelompok juru parkir (jukir). Untuk sisi barat jalan, kewenangan dibawah kelompok jukir Pasar Sayur Magetan. Mereka dibawah binaan disperindag.

Sedangkan untuk sisi timur jalan, lanjut Sucipto, di bawah pengelolaan kelompok jukir yang biasa beroperasi di kawasan GOR Ki Mageti dan Stadion Yosonegoro. Mereka merupakaan binaan dinas pendidikan, pemuda dan olahraga (disdikpora). ‘’Yang paling penting diambil hikmahnya saja. Artinya, kalau banyak kendaraan sama dengan pujasera ini mendapat respons masyarakat. Jadiinya ramai,’’ terangnya.

Kendati begitu, Sucipto mengakui jika pengelolaan parkir di kawasan pujasera tersebut terkesan semrawut. Sebelum kemudian ditertibkan oleh dinas perhubungan (dishub). Serta mendapatkan pengarahan sekaligus pembinaan. ‘’Di samping itu, pengelolaannya dibawah kendali pihak dishub. Jadi, saya pikir permasalahannya sudah beres,’’ ujarnya.

Dia mengungkapkan sebelum pujasera itu beroperasi, sebenarnya masalah pengelolaan parkir sempat disinggung saat rapat pembahasan awal. Namun, belum ada kecocokan pendapat. Sehingga terjadi miskomunikasi di lapangan. Terlebih selama dua hari awal pujasera digelar, belum seramai sekarang. ‘’Saat rapat staf sudah kami sampaikan. Tapi, sepertinya tidak langsung ditindaklanjuti,’’ kata Sucipto.

Diakuinya, polemik pengelolaan parkir pujasera memang bisa berlarut-larut. Apabila tidak ada solusi untuk melakukan penataan. Terlebih kasus ini menyangkut urusan ekonomi. ‘’Ini kan spot perekonomian baru. Dampaknya kepada masyarakat sangat terasa,’’ ungkapnya.

Yang jelas, kata Sucipto, persoalan ini bakal menjadi bahan evaluasi pihaknya. Dengan harapan, pada tahun depan persoalan yang sama tidak lagi muncul. Apalagi, mereka berencana pada 2019 bakal melakukan perluasan kawasan pujasera. ‘’Tentunya semua nanti akan kami matangkan dengan sejumlah pihak. Supaya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,’’ pungkasnya. (bel/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here